Berita

Gereja Katedral Makassar pasca ledakan bom/Repro

Nusantara

Minggu Palma Dilukai Bom Bunuh Diri, Ormas Katolik: Kita Bawa Peristiwa Ini Dalam Doa

MINGGU, 28 MARET 2021 | 20:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah pandemi yang belum berakhir, suasana yang seharusnya saling menjaga ketenangan dan ketertiban dengan menjalankan protokol kesehatan dikejutkan ledakan bom bunuh diri di Katedaral Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat itu, umat katolik Gereja Hati Yesus yang Mahakudus, Paroki Katedral Makassar, sedang melaksanakan beribadah luring di Katedral. Peribadatan Minggu Palma ini sekaligus menandai awal pekan suci Paskah 2021.

Namun, di tengah suasana peribadatan suci, diduga bom bunuh diri meledak di salah satu pintu masuk Katedral Makassar. Akibatnya, belasan korban luka akibat ledakan di tempat kejadian perkara.

Berkaitan hal tersebut, pimpinan ormas Katolik yang terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik (PK), Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), bersama Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) menyampaikan menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mengutuk keras peristiwa ledakan bom di areal gedung Katedral. Perbuatan jahat bom bunuh diri ini jelas-jelas bukan perilaku serta sikap orang beragama.

2. Pimpinan ormas Katolik mengajak segenap umat beragama tetap teguh dalam solidaritas, dan senantiasa bekerjasama mengawal kepentingan masyarakat dan bangsa, serta menghormati kerukunan hidup beragama.

3. Kepada umat Katolik seluruh Indonesia dan khususnya di Paroki  Katedral Makassar, kami menyerukan agar tetap tenang, tidak terbawa kecemasan serta larut dalam rasa takut. Kita bawa segenap peristiwa dan kekecewaan ini dalam doa bersama.

4. Tragedi di Katedral Makassar kiranya menjadi pengingat kepada semua elemen bangsa dan lapisan masyarakat agar semakin memperkuat persatuan, solidaritas, kerjasama dalam kesatuan bangsa dan tanah air Indonesia yang kaya oleh keragaman latarbelakang agama, budaya, dan suku.

5. Meminta Pemerintah, Polri dan TNI agar bisa mengungkap pelaku dan jaringannya agar mencegah peristiwa serupa terjadi dikemudian hari.

Populer

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Sabtu, 01 Mei 2021 | 11:57

Ini Penjelasan Firli Bahuri Soal Isu Pemecatan Novel Baswedan Dkk Karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Senin, 03 Mei 2021 | 19:59

Gelombang Protes THR Lewat Petisi, Don Adam Kritik Sri Mulyani Samakan ASN Dengan Romusha

Jumat, 30 April 2021 | 14:31

Detik-detik Penangkapan Munarman, Diseret Sampai Dilarang Pakai Sandal

Selasa, 27 April 2021 | 18:19

Tak Terima Prabowo Diolok-olok Anak Buah Moeldoko, PP Perisai Curiga Ada Upaya Geser Posisi Menhan

Selasa, 27 April 2021 | 08:29

Presiden Jokowi Bisa Beri Mandat Kepada Jusuf Kalla Untuk Selesaikan Papua

Selasa, 04 Mei 2021 | 16:51

Munarman Memang Dikenal Berani Sejak Jadi Aktivis, Tapi Untuk Jadi Teroris Rasanya Berlebihan

Rabu, 28 April 2021 | 07:48

UPDATE

Azis Syamsuddin Absen Panggilan KPK, Cemas Jumat Keramat Atau Takut Bukti Valid?

Jumat, 07 Mei 2021 | 22:19

Dipenjara Tujuh Bulan, Jumhur Hidayat: Kayak Liburan

Jumat, 07 Mei 2021 | 22:03

Di Sekolah Insan Cendekia Madani, LaNyalla Sampaikan 4 Prioritas Kerja DPD RI

Jumat, 07 Mei 2021 | 21:54

Beda Dengan Arahan Pusat, Gibran Rakabuming Izinkan Mudik Lokal

Jumat, 07 Mei 2021 | 21:44

Punya Legalitas, Partai PRIMA Tepis Isu Kebangkitan Komunis

Jumat, 07 Mei 2021 | 21:16

Pasca Bebas, Jumhur Hidayat Disambut Puluhan Aktivis

Jumat, 07 Mei 2021 | 21:15

Mencoba Kelabuhi Petugas, Enam Orang Nekat Tumpangi Ambulans Demi Mudik

Jumat, 07 Mei 2021 | 20:57

Kasus Covid-19 Tembus 1,7 Juta, Gus Ami: Ini Persoalan Serius!

Jumat, 07 Mei 2021 | 20:38

Partai PRIMA Buka Pintu Untuk Parpol Lain Yang Tak Lolos Verifikasi

Jumat, 07 Mei 2021 | 20:13

Gembong Dan Airlangga Jajaki Kolaborasi

Jumat, 07 Mei 2021 | 19:57

Selengkapnya