Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Masyarakat Harus Angkat Bendera Perang Terhadap Korupsi Bansos

JUMAT, 26 MARET 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Korupsi bantuan sosial adalah kejahatan atas kemanusiaan. Perbuatan zalim luar biasa.  Bantuan yang seharusnya diberikan kepada rakyat miskin terdampak pandemi, justru menjadi bancakan bagi keuntungan pribadi dan golongan.

“KPK dan lembaga terkait harus aktif mengusut tuntas korupsi bansos ini sampai keakar-akarnya dengan melibatkan masyarakat. Kita harus mengibarkan bendera perang terhadap korupsi ini,” kata Koordinator Gerakan Kemanusiaan Indonesia 45, Ahmad Sofyan Wahid dalam keterangannya, Jumat (26/3).

Ahmad Sofyan mengatakan, korupsi bantuan sosial adalah bentuk kesewenang-wenangan yang tidak bisa dibiarkan. Saat Indonesia dilanda pandemi, hak warga miskin terdampak malah dimanipulasi untuk kepentingan oknum dan kelompoknya.


“Masyarakat harus pro aktif dalam melakukan perlawanan terhadap korupsi bansos ini,” ajak dia.

Mengutip pemberitaan media, Ahmad Sofyan mengatakan, Kemensos melaporkan realisasi anggaran bansos perlindungan sosial untuk pemulihan ekonomi nasional mencapai Rp 123,51 triliun. Jumlah itu sekitar 97,09% dari total pagu bansos 2020 yang sebesar Rp 127,20 triliun.

Sementara, berdasarkan kajian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ada potensi kerugian negara Rp 843,7 miliar terkait bansos. BPK juga menemukan permasalahan data bansos baik di pemerintah pusat maupun pemda saat memeriksa pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam penyaluran bansos selama 2018 hingga kuartal III 2019.

Hasil analisis BPK, penggunaan DTKS belum dapat meminimalisasi permasalahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang tidak terdistribusi dan KPM tidak bertransaksi pada penyaluran Bantuan Sosial Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

BPK juga menemukan permasalahan penyaluran BPNT dan PKH dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kepada Kementerian Sosial (Kemsos). Akibat hal tersebut, BPK menduga ada kekurangan penerimaan atas sisa saldo program pemerintah di rekening bank penyalur yang belum disetorkan ke kas negara sebesar Rp 843,7 miliar.

“Ini angka yang sangat besar jumlahnya. Para aktivis antikorupsi dan pegiat kemanusiaan harus  terus konsisten memerangi korupsi di sektor ini,” ujar Ahmad Sofyan.

Ia mendesak mendesak KPK untuk mengusut tuntas para pelaku yang merampas hak rakyat miskin itu.

“Yang ditangkap jangan hanya yang besar saja, yang sedang dan kecil juga harus ditangkap. Besar dan kecil korupsi bansos ini berdampak langsung kepada perut masyarakat Indonesia.”

Ahmad Sofyan menambahkan, semakin banyak pelaku korupsi bansos dari Sabang sampai Merauke yang berhasil diseret ke hadapan hukum maka semakin besar uang rampasan yang dapat kembali ke dalam kas negara.

"Ini saatnya KPK menunjukan kinerjanya. Bahwa lembaga anti rasuah itu tidaklah tumpul seperti anggapan sebagai orang," tantang Ahmad Sofyan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya