Berita

Sri Mulyani bersama produk rumahannya, Sirup Belimbing Wuluh SBB, Tangerang

Bisnis

Usaha Rumahan Sirup Belimbing Wuluh SBB, Pernah Mencapai Penjualan Hingga 3.000 Botol Sebulan

KAMIS, 25 MARET 2021 | 00:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi telah menyurutkan penjualan Sirup Belimbing Wuluh milik Sri Maryati. Bila biasanya ia memproduksi hingga 3000 botol dalam sebulannya, kini berkurang drastis hingga 90 persen.  

Sirup Belimbing Wuluh SBB yang telah dipatenkan oleh Provinsi Banten sebagai oleh-oleh khas minuman Banten harus menghadapi dampak pandemi yang luar biasa.  Menghadapi hal ini, Sri mengaku hanya bisa pasrah.

"Produk saya itu adalah produk oleh-oleh, yang biasanya memang untuk oleh-oleh wisatawan saat ke ke Banten. Jadi selama pandemi, pariwisata lesu produk saya juga lesu," katanya dalam acara Jendela Usaha yang diselenggarakan oleh Kantor Berita RMOL, Rabu (24/3)


Walau demikian, Sri tetap berjuang mempertahankan usahanya ini. Bila hati sedang dirundung kesedihan karena turunnyam omzet, maka biasanya ia mengingat lagi perjuangannya dalam merintis usaha ini agar semangatnya timbul lagi.

Bagi Sri Mulyati, olahan belimbing wuluh bukan hal yang baru. Orangtuanya telah lama menjadikan tanaman ini sebagai obat herbal. Sampai suatu kali, ia mencoba berinovasi untuk menjadikannya minuman kesehatan. Pikirnya, bila bisa untuk mengobatan herbal tentu bisa juga untuk dibuat menjadi minuman yang menyehatkan yang bisa disukai semua orang.

Sri membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk uji coba dan analisa produk. Belimbing wuluh yang asam memiliki banyak kendala saat proses pengolahannya karena kandungan asamnya yang berlebih.

"Misalnya panci buat mengaduknya ya, bukan sembarang panci. Kandungan asam dari belimbing wuluh bisa membuat panci cepat terkikis dan bocor. Jadi perlu panci khusus. Kemudian, air yang digunakan haruslah air yang sudah lulus melalu uji lab, contohnya air mineral Aqua, jadi memang tidak bisa sembarangan air," tutur Sri.  

Selain itu juga menggunakan jenis gula yang bagus dan mengenali jenis buah belimbingnya. Saat proses pengapian atau perebusan juga harus diperhatikan.

"Kemudian, ruangan untuk mengolahnya harus steril dari aroma wewangian. Jangan ada asap rokok atau obat nyamuk, dan lain-lain," jelas ibu dari tiga orang anak ini.  

Sebenarnya, sebelum pandemi Sri juga pernah mengalami masa-masa sulit. Ketika itu ia jatuh sakit. Produksi pun stop selama satu tahun. Saat itulah ia telah kehilangan kontak para agen dan pelanggannya.

"Usaha ini kan mulainya tahun 2015. Nah sejak mulainya hingga 2017, produksinya bisa mencapai 2500-3000 botol. Sekitar 2017, saya jatuh sakit, produksi pun stop. Paling ya sedikit-sedikit, hanya untuk perorangan, bukan agen. Tahun 2018-2019 saya mencoba bangkit lagi. Mulai dari nol. Produksi sekitar 100- 300 botol perbulannya.

Saat ini Sri memiliki 4 orang pegawai.  Ia berusaha bertahan di tengah pandemi. Olahannya pun bukan hanya sirup saja tetapi juga dodol dan selai.

"Belimbing wuluh ini mudah menanamnya. Sejak awal mulai bisnis sirup belimbing wuluh, saya mencoba menjadikan lahan kosong saya sebagai kebun belimbing wuluh. Ada puluhan pohon yang saya tanam di tanah 100 meter."

Bulan April mendatang, produk Sirup Belimbing Wuluh SBB akan disertakan sebagai urusan Dinas Perdagangan Provinsi Banten dalam acara Pameran Investasi, Pariwisata, dan Perdagangan Indonesia.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya