Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Belajar Dari Sejarah Kolonialisme

RABU, 24 MARET 2021 | 21:22 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENARIK secara alasanologis menyimak sejarah peradaban umat manusia terkait manusia mulai merambah ke luar wilayah diri sendiri ke wilayah kelompok masyarakat lain.

Pada lazimnya alasan merambah ke wilayah orang lain yang disebut oleh Adolf Hitler sebagai memperluas Lebensraum adalah demi menambah sumber nafkah alias ekonomi untuk masyarakat yang merambah ke wilayah masyarakat lain.

Semula disebut sebagai kolonialisme yang setelah Hitler kalah perang dunia II berkembang menjadi imperialisme.


Kolonialisme

Berdasar yang tersurat di lembaran sejarah kolonialisme, maka dapat disimpulkan bahwa di masa lalu penjajahan dilakukan oleh pedang, tombak dan panah sebelum senapan api ditemukan. Seperti yang dilakukan oleh bangsa Romawi dan Mongol untuk menguasai bangsa-bangsa lain.

Namun yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, Belgia, Jerman setelah masyarakat terjajah ditaklukan dengan bedil kemudian para kolonialis menggunakan agama demi secara psiko-kultural-politis menguasai masyarakat terjajah.

Spanyol dan Portugis berhasil menguasai bangsa-bangsa Amerika Tengah dan Selatan dengan senjata bedil dan agama. Kaum white-supremacist Amerika Serikat alergi terhadap Islam akibat dianggap memperkuat semangat masyarakat Amerika-Afrika melawan penindasan.

Sementara Hindu, Buddhisme, Islam masuk ke wilayah persada Nusantara pada lazimnya secara damai maka Nasrani masuk ke Nusantara dengan ancaman bedil yang ditodongkan oleh kaum penjajah dari Portugis, Belanda dan Inggris. Mirip apa yang terjadi di Spanyol setelah kerajaan Isabella-Ferdinand berhasil mengusir umat Muslim dan Yahudi dari bumi Spanyol.

Persatuan

Maka wajar bahwa kaum kolonialis Belanda berupaya menumpas habis kaum Muslim di Indonesia yang memang sejak Sultan Agung gigih melawan penjajahan yang masih terus berlanjut sampai Bung Tomo gigih melawan kaum kolonialis Belanda didukung sekutu untuk kembali menjajah Indonesia, padahal Bung Karno dan Bung Hatta sudah memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dari sejarah kolonialisme di dunia mau pun di Indonesia, kita bisa banyak memetik pelajaran bahwa kerukunan umat beragama memiliki peran sangat penting untuk memperokoh kubu-kubu persatuan bangsa dalam menghadapi imperialisme milenial yang kini menggunakan ekonomi sebagai senjata kaum penjajah untuk menjajah bangsa lain.

Maka sebaiknya kita jangan memecah-belah bangsa kita sendiri sesuai yang diharapkan bangsa asing yang sangat ingin menjajah Indonesia yang tersohor mahakayaraya sumber alam termasuk sumber energi industri serta jumlah ratusan juta penduduk potensial menjadi konsumen produk asing.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya