Berita

Ketua Lembaga Pemantau Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN), Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Aneh, Dirut Bulog Minta Anggaran Pangan Rp 19,05 T Tapi Nolak Impor

RABU, 24 MARET 2021 | 02:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perum Bulog telah mengusulkan anggaran pangan sebesar Rp 19,05 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Anggaran pangan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan subsidi beras sebesar Rp 4,05 triliun dan pengadaan besar cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,5 juta ton senilai Rp 15 triliun.

Begitu urai Ketua Lembaga Pemantau Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (LPPC19-PEN), Arief Poyuono menanggapi polemik rencana pemerintah untuk menimpor 1 juta ton beras pada tahun ini.


Dia mengurai bahwa perhitungan kebutuhan subsidi beras yang mencapai Rp 4,05 triliun dari Bulog didasarkan pada harga pembelian beras (HPB) 2021 sebesar Rp 10.801 per kilogram. Diasumsikan, penyaluran CBP di tahun 2021 sekitar 1,5 juta ton

“Lah kok aneh sih nih Dirut Bulog minta anggaran pangan Rp 19,05 trilyun dalam APBN Perubahan 2021 yang salah satunya untuk pengadaan CBP. Nah CBP itu terdiri dari beras yang dibeli dari petani dan impor,” tuturnya kepada redaksi, Rabu (24/3).

“Nah kok sekarang nolak impor beras. Ada apa nih ya? Jangan-jangan lagi cari panggung agar populis,” duga Arief.

Ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu semakin aneh lantaran PDI Perjuangan sebagai partai pemegang kekuasaan ikut-ikut menyuarakan penolakan pada impor beras. Bahkan penolakan disampaikan langsung melalui Sekjen Hasto Kristiyanto.

“Padahal selama Jokowi menjabat setiap tahun impor beras,” sambung Arief.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia memang masih harus impor untuk memenuhi ketahanan pangan nasional. Ini lantaran hitungan ketahanan pangan untuk konsumsi nasional serta cadangan atau buffer beras nasional tidak masuk dalam katagori aman bila terjadi sesuatu bencana nasional ataupun gagal panen.

Atas alasan itu, Arief meminta semua pihak untuk tidak latah menolak impor beras dengan mengatasnamakan petani.

“Itu cuma alasan klise agar populer saja di petani, tapi tidak melihat kenyataan kalau produksi beras nasional itu masih belum ada peningkatan dari tahun ke tahun,” tegasnya.

“Hal ini karena luasan sawah secara nasional yang makin menyusut dan banyaknya infrastruktur pertanian yang masih dalam tahap pembangunan oleh Jokowi agar mendukung produksi beras bisa meningkat,” demikian Arief Poyuono.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya