Berita

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie/Ist

Dunia

Kebencian Rasial Di Dunia Meningkat, Jimly: Siapkah Kita Stop Benci Etnis Tionghoa Dan Arab?

SELASA, 23 MARET 2021 | 20:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebagai bangsa yang majemuk dan penuh toleransi, Indonesia sudah sepatutnya meninggalkan perilaku kebencian terhadap etnis tertentu.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie merespons keresahan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait naiknya kekerasan terhadap etnis Asia selama pandemi Covid-19.

"Stop permusuhan dan kebencian rasial di mana saja, termasuk di Indonesia," tegas Jimly di akun Twitternya, Selasa (23/3).


Ia mengurai, perilaku kebencian rasial meningkat di berbagai negara. Mulai dari Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Bahkan perilaku serupa juga terjadi di negara-negara Eropa, seperti Prancis, Austria, Norwegia, Swedia, serta beberapa negara lain.

Merujuk hal itu, Jimly yang juga anggota DPD RI itu mengingatkan kepada bangsa Indonesia agar hal serupa tak terjadi di Tanah Air.

"Siapkah kita juga untuk berkata 'Stop kebencian kepada etnis Tionghoa dan Arab?'," demikian Jimly Asshiddiqie.

Disampaikan Sekjen PBB Antonio Guterres, kekerasan terhadap etnis Asia dan keturunan Asia secara global selama pandemi Covid-19 meningkat. Hal itu diungkapkan melalui Jubir PBB, Farhan Haq setelah terjadi peristiwa penembakan di Atlanta pada awal bulan ini, yang menewaskan delapan orang. Dari jumlah tersebut, enam korban adalah perempuan keturunan Asia-Amerika.

“Dunia telah menyaksikan serangan mematikan, serangan verbal, kekerasan fisik, perundungan, diskriminasi di tempat kerja, menghasut di media dan platform sosial media serta bahasa yang kasar oleh mereka yang memegang kekuasaan,” jelas Farhan Haq.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya