Berita

Sertifikat halal Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI)/Net

Nusantara

AstraZeneca Bantah Vaksin Covid-19 Yang Diproduksinya Mengandung Babi, LPPOM MUI: Kami Buktikan Melalui Dua Langkah Kajian Itu Ada

SELASA, 23 MARET 2021 | 14:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Vaksin AstraZeneca yang dinyatakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena mengandung tripsin yang berasal dari hewan babi sudah dibuktikan secara akademik oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

Direktur LPPOM MUI, Muti Aintawari menjelaskan, pihaknya telah membuktikan melalui dua pendekatan ilmiah bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca terbukti mengandung tripsin.

"MUI melakukan dua langkah kajian yaitu kajian dossier dan kajian publikasi ilmiah," ujar Muti Aintawari dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/3).


Kajian dossier, dibeberkan Muti Aintawari, adalah sebuah metode pengkajian dokumen-dokumen yang berisi bahan lengkap terkait vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca.

"Dossier tersebut didapatkan MUI setelah melakukan audit dokumen di BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan)," paparnya.

Dalam proses kajian dossier ini LPPOM MUI mengirimkan dua orang Lead Auditor Bidang Obat dan Vaksin dengan bidang keahlian Biopreses Enginering dan Industrial Micobiolog. Mereka, kata Muti Aintawari, melakukan tiga langkah kajian bahan dan proses pembuatan vaksin dari dossier di BPOM.

"Mereka kemudian melakukan kajian dari publikasi ilmiah. Publikasi tersebut bebas diakses di website EMA (European Medicines Agency)," bebernya.

Setelah itu, Muti Aintawari menyebutkan langkah selanjutya yang dilakukan auditor dalam proses kajian publikasi ilmiah ini. Yaitu, melakukan penelusuran media yang digunakan sesuai dengan temuan publikasi ilmiah.

"Auditor itu kemudian melakukan kajian ilmiah AstraZeneca yang dapat diakses melalui web dengan judul Assesment report Covid-19 Vaccine AstraZeneca Common name: MUI melakukan dua langkah kajian yaitu kajian dossier dan kajian publikasi ilmiah," jelasnya.

Dari kajian tersebut, MUI mendasarkan keputusannya menghukum haram vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca karena mengandung tripsin yang berasal dari pankreas hewan babi.

Muti Aintawari mengatakan, ada penyiapan bibit Rekombinan (Research Virus Seed) sampai vaksin siap digunakan untuk produksi yang menunjukkan penggunaan tripsin sebagai salah satu komponen pada media yang digunakan untuk menumbuhkan E-coli dengan tujuan meregenerasi transfeksi plasmid p5713 p-DEST ChAdOc1 nCov-19.

"Kedua informasi tersebut tercantum dalam dossier yang dikaji pada Table 2 Material of Animal Origin Used in Non-GMP Host Cell Line Culture and Banking. Ada Keterangan bahwa Trypsin purified from porine pancreas," ungkap Muti Aintawari.

"Dan Tabel 3 terkait Material of Animal Origin Used in Pre-GMP Virus Seed Development, ada keterangan yang menyebutkan LB Broth containing bovine peptone and porine enzyme," tambahnya.

Selain itu, dari publikasi tersebut LPPOM menemukan tahapan penyiaran Host Cell Bank yang digunakan T-Rex-293. Kode ini dapat dibaca pada publikasi ilmiah tersebut di halaman 17 paragraf bawah.

Muti Aintawari memaparkan, setelah dilakukan penelusuran bahan, ditemukan bahwa salah satu cell culture reagents T-Rex-293 adalah Trypsin-EDTA dengan nomor katalog 25300054.

"Kemudian (dari nomor katalog itu) dilakukan penelusuran terhadap bahan tersebut dimana hasilnya terdapat informasi bahwa tripsin berasal dari pankreas babi, maka data dari dossier dan publikasi ilmiah tersebut saling mendukung," tandas Muti Aintawari.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya