Berita

Pertemuan pimpinan IPO dan KOI/Ist

Olahraga

IPO Dan KOI Sepakat Peran Psikologi Sangat Diperlukan Dalam Olahraga

SABTU, 20 MARET 2021 | 12:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ikatan Psikologi Olahraga mengusulkan format kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam rangka mendukung upaya peningkatan prestasi olah raga nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua IPO Pusparani Hasjim saat melakukan audiensi dengan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari, Rabu lalu (17/3).

KOI menyambut baik usulan tersebut karena seiring dan setujuan dengan upaya terus-menerus yang tengah dilakukan KOI dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui pendekatan yang holistik sifatnya.


Pada pertemuan dengan jajaran pimpinan KOI, pihak IPO memaparkan betapa besar peran psikologi olahraga dalam pembinaan olahraga sejak dini hingga membentuk sosok atlet yang berprestasi.

Sayangnya adalah bahwa hingga saat ini faktor psikologi dalam pembinaan olahraga nasional masih belum terlihat sebagai sebuah kebutuhan yang cukup penting.

Pusparani Hasjim menjelaskan salah satu contohnya adalah, dalam satu tim biasanya ada unsur pendukung antara lain pemijat dan ahli gizi, tapi  sayangnya psikolog olahraga sering dilupakan saat menyusun tim dari sebuah kontingen yang akan berangkat untuk berlaga.

Oleh karena itu, tambahnya, IPO menyampaikan usulan kepada Panitia Olimpiade Indonesia dengan menawarkan bantuan psikolog olahraga yang bisa mendampingi para atlet, terutama mereka yang berpotensi meraih medali.

Pelaku olahraga nasional sudah sejak lama menggunakan psikolog olahraga. Pada tahun 1980, Jo Rumeser, yang saat itu menjadi psikolog untuk tim sepak bola nasional, mendirikan Asosiasi Psikologi Olahraga (APO). Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Ikatan Psikologi Olahraga pada tahun 1999.

Setelah sempat beberapa waktu vakum, IPO kembali aktif dan mulai dilibatkan secara langsung pada kegiatan pesta Olahraga Asian Games 2018 dan Asian Para Games.

Pimpinan KOI menyambut baik tawaran tersebut dan mengatakan bahwa harus ada kemitraan formal antar lembaga.

"Dengan kemitraan formal, kami dapat merekomendasikan keterlibatan IPO di federasi nasional. Kami menyadari pentingnya peran psikologi dalam olahraga karena faktor mental sangat berpengaruh terhadap performa seorang atlet dalam meraih prestasi," kata Okto.

Selanjutnya Okto juga berpendapat bahwa pembinaan psikologi olahraga seharusnya menjadi kurikulum pendidikan dan akan dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Beberapa waktu sebelumnya, pihak IPO juga telah bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyampaikan misi yang sama.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya