Berita

Aksi mahasiswa menutup jalan/Net

Politik

Alasan Mahasiswa Makassar Tutup Jalan Tolak Kedatangan Jokowi

KAMIS, 18 MARET 2021 | 12:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi tutup jalan dan membakar ban di lakukan mahasiswa Makassar, Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Syariah Bersatu Universitas Islam Negeri Makassar di Jalan Sultan Alauddin Makassar, Rabu (17/3).

Aksi tersebut digelar dalam rangka menolak kedatangan Presiden Joko Widodo. Alasannya karena Presiden Jokowi dinilai banyak mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Koordinator aksi Muhammad Zikra mengurai bahwa Perpres 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan salah satunya.


Zikra menyebut poin pelonggaran limbah B3 bertentangan dengan UUD RI 1945 pada Pasal 28A sampai 28J yang mengatur persoalan hak asasi manusia (HAM).

"Kami menganggap jika ada peraturan seperti itu, itu tidak lagi mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan orang-orang di sekitar tambang," ujarnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti kebebasan berpendapat di era Jokowi yang mengalami degradasi yang sangat signifikan. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan Jokowi yang pernah menyebut dirinya senang dikritik dan tidak membatasi warga dalam berpendapat.

"Karena pernyataan Pak Jokowi sendiri yang mengatakan suka dikritik, tapi apa yang kemudian terjadi ketika teman-teman mengkritik kinerja jokowi, ada beberapa tindakan yang kemudian di luar dari statemen Jokowi itu sendiri," ujar dKetua Dewan Mahasiswa Fakultas Sastra UIN ini.

Alasan selanjutnya adalah, pendidikan yang terlalu dikomersilkan yang menyebabkan belum ada pemerataan di beberapa daerah di Indonesia.

"Ada banyak dari Sabang sampai Merauke itu tidak menikmati pendidikan sampai hari ini. Itu tidak relevan dengan uud 1945 yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa," tutupnya.

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di dua daerah di Sulawesi Selatan, Kamis (18/3). Dua daerah tersebut ialah Kota Makassar dan Kabupaten Tana Toraja.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya