Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat menyambut malam tahun baru 2017/Net

Politik

Samuel F Silaen: Presiden 3 Periode Adalah Dorongan Rakyat Kelas Bawah Yang Menyukai Jokowi

RABU, 17 MARET 2021 | 22:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perdebatan soal masa jabatan presiden yang didorong itambah menjadi tiga periode muncul karena adanya aspirasi dari akar rumput.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen merespons perdebatan wacana penambahan masa jabatan presiden Indonesia.

"Itu dorongan rakyat kelas bawah. Rakyat Indonesia dari seluruh pelosok negeri merasakan kehadiran kepemimpinan sosok Joko Widodo sebagai presiden yang sederhana, merakyat, dan keberpihakannya kepada rakyat," kata Silaen kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/3).


Berbicara garis keturunan, Presiden Joko Widodo bukan berasal dari tokoh atau elite besar di perpolitikan Tanah Air. Namun berkat kerja yang telah memasuki periode kedua, jelas Silaen, kini mantan Walikota Solo itu telah mendapat hati masyarakat.

"Selain itu, rakyat Indonesia tak mau program Jokowi berhenti ketika nanti penggantinya tak melanjutkannya," lanjut Silaen.

Dalam pengamatan Silaen, tidak terlihat ada ambisi Jokowi untuk menambah masa jabatan kepala negara. Hal itu dibuktikan dengan penolakan yang beberapa hari lalu sudah disampaikan RI 1 itu.

"Adanya dukungan yang saat ini bergema di media massa dan media sosial murni keinginan sebagian rakyat kelas bawah, yang menyukai kepemimpinan Presiden Jokowi. Jadi elite yang tak suka Jokowi tak perlu menebar aroma yang tak sedap kepada Jokowi," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya