Berita

Ilustrasi impor beras/Net

Politik

Daripada Impor Beras, Pemerintah Harus Lebih Utamakan Produksi Dalam Negeri

SELASA, 16 MARET 2021 | 16:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana impor 1 juta ton beras oleh pemerintah pusat terus menuai kritikan dari berbagai pihak. Lebih utama lagi rencana itu muncul saat harga gebah di petani tengah anjlok.

Salah satunya dari anggota Komisi IV DPR RI, Ema Umiyyatul Chusnah, yang menyayangkan sikap pemerintah akan mengimpor 1 juta ton beras saat harga gabah jatuh pada kisaran Rp 3.500-3.600 per kg.

Impor tersebut akan membuat harga gabah di petani semakin anjlok.


Menurut Ema, sebaiknya anggaran impor beras digunakan untuk menyerap gabah petani. Terlebih stok beras impor tahun 2018 yang tersimpan di gudang Bulog masih belum tersalurkan seluruhnya.

“Komisi IV DPR RI meminta Pemerintah dalam tata kelola komoditas pangan nasional lebih mengutamakan produksi dalam negeri. Impor beras bukan satu-satunya isu pangan yang banyak disorot masyarakat," kata Ema dalam keterangannya, Selasa (16/3), dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, Ema menyebut ada isu komoditas pangan lain yang selalu hadir setiap tahunnya di antaranya impor garam, gula, daging sapi, hingga bawang putih. Namun Indonesia sebagai negara agraris dan maritim seakan tidak berdaya memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Besarnya impor pangan juga diperparah dengan data komoditas pangan yang semarwut. Masing-masing instansi terkait mempunyai datanya sendiri yang sering tidak sesuai dengan instansi lainnya," ujarnya.

Ia menilai pemerintah terlalu sering melakukan impor yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Contohnya, pemerintah berencana mengimpor 257.824 ton bawang putih. Padahal stok bawang putih mencapai 406.691 ton, sementara kebutuhan dalam negeri hanya 243.655 ton.

“Artinya ada kelebihan stok hampir 2 kali lipat dari kebutuhan nasional,“ ungkap politikus PPP tersebut.

Maka itu, Komisi IV DPR menyetujui adanya pembentukan Panitia Kerja (Panja) Pangan agar masalah kebutuhan pasokan komoditas bisa dikelola dengan baik.

Tidak hanya terkait sinkronisasi data, namun juga memberdayakan semua potensi yang ada. Seperti menggandeng instansi BUMN-BUMN pangan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi, dan lainnya.

“Diharapkan Panja ini juga membuat roadmap strategi dalam hal membangun ketersediaan pangan mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi bagi pelaku usaha perikanan. Masih banyak pelaku usaha yang belum sinergi dengan BUMN yang membidangi pangan, sehingga terkesan jalan masing-masing," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya