Berita

Ekonom senior Rizal Ramli/Ist

Bisnis

Impor Beras Strategi Lawan Mafia, RR: Lelucon Yang Enggak Lucu...

SELASA, 16 MARET 2021 | 14:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kebijakan pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo yang berjalan dua periode tampaknya kian mengingkari status Bangsa Indonesia yang disebut sebagai negara agraris.

Bukan tanpa sebab. Sejauh ini, pemerintah masih mengandalkan sektor pertanian luar negeri dibandingkan memaksimalkan kekayaan alam dalam negeri.

Sebut saja sektor beras. Baru-baru ini, pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan hendak melakukan impor beras. Jumlahnya pun tak main-main, yakni mencapai 1 juta ton.


Sontak, rencana kebijakan ini menuai pro dan kontra. Sadar menuai polemik, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebut rencana impor 1 juta ton beras dilakukan sebagai strategi melawan mafia.

"Saya sebagai Mendag mesti memastikan kita ini punya strategi, tidak boleh pemerintah didikte oleh pedagang, dipojokkan oleh pedagang," ujar Mendag, M Lutfi, Senin (15/3).

Bukannya meredam polemik yang terjadi, pernyataan menteri hasil reshuffle kabinet akhir tahun 2020 lalu itu malah makin memantik perdebatan di publik.

"Haha, lelucon yang ndak lucu," ujar ekonom senior Rizal Ramli menanggapi, Selasa (16/3).

Publik juga menyandingkan rencana impor beras Kemenedag ini dengan semangat Presiden Joko Widodo belum lama ini untuk lebih mencintai produk dalam negeri dan membenci produk luar negeri.

"Ayo kita ikuti imbauan Presiden, benci produk asing. Tapi saya lupa presiden mana yang ngomong," ujar akun Twitter Fery Purnama Ajie dikutip redaksi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya