Berita

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera/Net

Politik

Rekrutmen 1 Juta Guru P3K Bukan Solusi Jangka Panjang

SELASA, 16 MARET 2021 | 09:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana pemerintah untuk merekrut 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) mulai 2021 dengan tujuan menuntaskan masalah guru honorer dinilai tidak akan efektif.

Sebaliknya, anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menekankan bahwa kebijakan itu tidak ubahnya seperti bom waktu. Sebab, banyak yang akan pensiun tapi jumlah yang direkrut sedikit. Selain itu, juga karena belum adanya grand design pemerintah tentang guru.

Berdasarkan data dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependudukan Kemendikbud, Indonesia kekurangan hampir 1,3 juta guru sampai 2024 di sekolah negeri.


“Jadi sekarang komposisinya secara garis besar 60 persen guru PNS, 40 persen guru honorer di sekolah negeri yang mengajar. Artinya negara ini punya utang besar terhadap guru-guru honorer,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (16/2).

Menurutnya, P3K bukan solusi jangka panjang karena sifatnya kontrak maksimal 5 tahun dan minimal 1 tahun. Artinya, nasib setelah habis kontrak masih belum dipikirkan. Sedangkan Indonesia memerlukan 1,3 juta sampai tahun 2024.

“Terlebih saat ini rekruitmentnya tidak sampai 1 juta,” tegasnya.

Mardani melanjutkan, P3K bukan solusi jangka panjang karena daerah banyak yang berprinsip lebih baik mengusulkan PNS guru ketimbang P3K karena jelas hitung-hitungan maupun kalkulasi secara APBD. Belum lagi ada kekhawatiran dari pemda terkait anggaran untuk P3K yang dibebankan kepada mereka.

Imbas banyaknya ‘pemahaman’ terkait jaminan anggaran tersebut, sambung Mardani, ada daerah yang paham jaminan anggaran hanya untuk 2 tahun.

“Ada juga yang menganggap jaminan anggaran hanya untuk gaji pokok beserta tunjangan profesi guru P3K. Sementara tunjangan kinerja tetap pemda yang menanggungnya,” sambung politisi PKS itu

“Maka dari itu, harus ada komitmen dari pemerintah pusat mengenai anggaran untuk guru P3K. baiknya dibuat secara tertulis dengan rincian komponen apa saja yang akan ditanggung pemerintah,” tutup Mardani.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya