Berita

Kukuh Ary Wibowo saat jadi saksi dalam sidang penyuap Bansos/RMOL

Hukum

Kukuh Ary Wibowo Ngaku Dititipi Amplop Juliari Batubara Untuk Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti

SENIN, 15 MARET 2021 | 22:00 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tim teknis Juliari Peter Batubara (JPB) saat menjabat sebagai Menteri Sosial, Kukuh Ary Wibowo mengaku diberikan titipan amplop untuk Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Akhmat Suyuti.

Hal itu disampaikan Kukuh saat menjadi saksi di persidangan untuk penyuap kasus bantuan sosial (Bansos) sembako untuk wilayah Jabodetabek 2020, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin malam (15/3).

Kukuh yang pernah menjadi tenaga Ahli Juliari saat menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dari PDIP mengaku kenal dengan Akhmat Suyuti yang menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal.


"Kenal, beliau Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal," ujar Kukuh, Senin malam (15/3).

Kukuh juga mengaku pernah bertemu dengan Suyuti pada saat acara penutupan Bansos beras di Kantor Gudang Bulog Kendal dan di daerah Kota Semarang.

Selanjutnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami terkait adanya titipan dari anak buah Juliari, Adi Wahyono yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Kukuh pun mengaku tidak pernah ada titipan dari Adi untuk disampaikan kepada Suyuti.

Sementara itu, Kukuh mengaku pernah ada titipan dari Juliari.

"Setahu saya pak, mohon maaf ini, itu dari Pak Juliari Batubara. Jadi izin Yang Mulia bisa saya jelaskan, jadi 2 minggu sebelum acara di Semarang, saya dipanggil oleh Pak Menteri dan mengatakan ke saya, 'nanti acara ke Semarang nanti akan ada saya titip buat Pak Akhmat Suyuti'. Jadi itu 2 minggu sebelum acara di Semarang," jelas Kukuh.

Kemudian pada H-1 sebelum acara ke Semarang, Kukuh juga kembali mendapatkan pesan dari Juliari.

"Kemudian H-1 sambil saya jalan waktu beliau memberitahu saya, bahwa 'nanti akan ada titipan, tolong kasih ke Suyuti'. Akhirnya hari H tuh saya diminta ambil ke rumah pribadinya beliau," terang Kukuh.

Saat ke rumah pribadi Juliari, Kukuh mengaku diberikan titipan sebuah amplop.

"Saya kurang tahu (isi amplop). Bapak sendiri, Pak Juliari yang ngasih," kata Kukuh.

Amplop yang diberikan kata Kukuh, berwarna putih dan dimasukkan ke dalam map.

"Beliau berpesan 'nanti tolong ni disampaikan saja ke Ahmad Suyuti'," kata Suyuti meniru pesan dari Juliari.

Kukuh pun menceritakan cara dia memberikan titipan amplop dari Juliari kepada Suyuti.

"Kebetulan kita ada acara di sebuah hotel, kita serahkan di situ. Di Kota semarang, kalau gak salah di Hotel Grand Chandi," tuturnya.

Pada saat memberikan titipan itu, Kukuh menyebut bahwa ada beberapa pihak lainnya yang dari Kemensos.

"Untuk yang dari Kementerian Sosial ada Staf Ahli menteri juga, Pak Sony kemudian ada Direktur JSK itu Pak Rahmat, terus ada Pak Adi Wahyono juga, Pak Eko ada ajudannya," pungkas Kukuh.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya