Berita

Ilustrasi

Nusantara

KNTI Minta DKP Aceh Gabungkan Panglima Laot Dan Pokmaswas Dalam Satu Kepengurusan

SENIN, 15 MARET 2021 | 04:49 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh, Azwar Anas, meminta pihak-pihak terkait menyelesaikan konflik antarnelayan di Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timue, Simeulue.

"Apabila permasalahan tersebut di ranah adat, alangkah baiknya diselesaikan secara adat," kata Azwar dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Minggu (14/3).  

Jika permasalahan itu menyangkut dengan hukum positif, kata Azwar, maka harus diproses secara hukum positif atau hukum negara.


KNTI Aceh, kata Azwar, meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh untuk mempersatukan pengurus pokmaswas dengan Lembaga Panglima Laot Lhok agar tidak terulang lagi hal serupa dan tidak terjadi tumpang tindih dalam hal pengawasan sumber daya laut.

Menurut Azwar, tugas dan fungsi panglima laot di Aceh sudah tertuang dalam qanun perikanan. Yakni menjaga dan mengawasi sumber daya laut.

"Sebenarnya DKP Aceh sudah sepakat dengan seluruh panglima laot semua daerah untuk menyatukan pokmaswas dan Panglima Laot dalam satu pengurus," kata Azwar.

Saat ini, lima orang neyalan di Simeulue, ditahan 100 hari lalu oleh Kepolisian Resor Simeuleu. Mereka ditangkap atas dugaan menganiaya nelayan lain yang diduga menangkap ikan menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, Azhari mengatakan, lima nelayan itu akan tetap menjadi tahanan Polres Simeulue hingga 20 hari ke depan.

Mereka juga menyurati kepolisian untuk meminta penyidik menjelaskan perkembangan penyidikan dan surat permohonan atas berita acara pemeriksaan para tersangka. Namun hingga saat ini, surat itu tidak dibalas oleh Polres Simeulue.

Pokmaswas Desa Air Pinang dibentuk atas inisiatif masyarakat Desa Air Pinang. Secara administrasi, kata Azhari, mereka ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Simeuleu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya