Berita

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen/Ist

Nusantara

Efektif Bantu Penyembuhan, Gus Yasin Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

MINGGU, 14 MARET 2021 | 23:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah dan tenaga medis harus bersinergi mengedukasi masyarakat penyintas Covid-19 untuk donor plasma konvalesen.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, edukasi tersebut diperlukan agar penyintas Covid-19 memiliki kesadaran donor plasma.

"Dengan demikian, dapat menekan jumlah angka pasien yang terpapar Covid-19," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Minggu (14/3).


Gus Yasin menambahkan, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh bisa menjadi potensi pendonor plasma konvalesen yang bisa membantu penyembuhan pasien Covid-19.

"Dari jumlah pasien yang sembuh sebanyak 144.093 orang, jika 50 persen atau sekitar 72 ribu orang yang pernah terpapar Covid-19 mau mendonorkan plasma konvalesen, maka mereka bisa menolong banyak pasien yang saat ini sedang dirawat,” jelasnya.

Gus Yasin mengungkap, dirinya mendapat laporan mengenai efektivitas donor plasma konvalesen untuk penyembuhan Covid-19.

Kata dia, ada seorang santri penyintas Covid-19 yang diminta untuk mendonorkan plasma konvalesen bagi seorang pasien Covid-19. Penyintas tersebut memiliki golongan darahnya sama dan memenuhi syarat donor, proses penyembuhan pasien tersebut berhasil dengan baik.

Menurutnya, agar banyak orang yang bersedia menjadi pendonor plasma konvalesen, diperlukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada masyarakat umum.

"Terutama penjelasan tentang syarat-syarat menjadi pendonor sekaligus hal-hal positif yang didapat pendonor. Saya mengimbau kepada penyintas atau alumni Covid-19, ayo donorkan plasma konvalesen untuk keselamatan anak bangsa,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya