Berita

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH)/Net

Nusantara

Kesejahteraan Guru Akan Ditingkatkan, Gubernur Banten: Supaya Mereka Fokus Mendidik Murid

SABTU, 13 MARET 2021 | 02:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berkomitmen untuk menuntaskan kesejahteraan para guru tingkat SMA,SMK, dan Skh di wilayahnya.

"Saya akan tingkatkan kesejahteraan para guru, sehingga tidak berpikir macam-macam lagi selain untuk mendidik para siswa," ujar WH dikutip Kantor Berita RMOLBanten, Jumat (12/3).

Mantan Walikota Tanggerang ini meminta para kepala sekolah untuk memperhatikan infrastruktir sekolah, para guru, kurikulum, hingga dana BOS.


"Ajak orang tua murid untuk bicara. Didik para murid seperti mendidik anak anak kita sendiri," katanya.

Bahkan, WH kembali meminta para kepala sekolah dan guru untuk terlibat aktif untuk menuntaskan urusan pendidikan dalam RPJMD Provinsi periode kepemimpinan WH-Andika 2017-2022.

"Bersama kita selesaikan urusan pendidikan. Kita dedikasikan untuk anak anak kita sebagai generasi penerus bangsa," tegasnya.

Dia juga mewanti-wanti sekolah SMA/SMK negeri yang masih menumpang di sekolah lain. Untuk itu, WH memastikan akan membangun sekolah yang berstandar. Jika terjadi kekosongan kepala sekolah harus segera diisi.

"Kita membangun sekolah di wilayah yang terjadi kekosongan. Membangun sekolah sesuai dengan rasio kebutuhan, antusiasme masyarakat, dan kebijakan pemeritnah," terangnya.

Adapun perkembangan sekolah tatap muka, dia mengakui setelah bertemu dengan Presiden JokO Widodo serta Kemendikbud bahwa sekolah tatap muka boleh dibuka pada daerah zona hijau, tapi harus melaksanakn protokol kesehatan dengan ketat.

"Nah, akan merasa aman lagi, kalau para guru dan murid sudah mendapatkan vaksinasi dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan," jelasnya.

Kedepan, WH berharap peran guru menjadi teladan dalam pelaksanaan disiplin protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Para guru juga punya tanggungjawab untuk mengedukasi dan teladan dalam memutus mata rantai Covid-19. Menajdi telada  dirumah, dilingkungan masyarakat dan anak anak," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya