Berita

Aksi protes menolak kudeta militer di Myanmar/Net

Dunia

Inggris Desak Warganya Untuk Tinggalkan Myanmar

JUMAT, 12 MARET 2021 | 17:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris mendesak warganya untuk segera meninggalkan Myanmar seiring dengan meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil oleh militer di sana.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan imbauan kepada warganya yang berada di Myanmar pada Jumat (12/3). Dalam imbauan tersebut, kementerian meminta warga yang tidak dapat keluar dari Myanmar untuk tetap tinggal di dalam rumah.

"Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) menyarankan warga Inggris untuk meninggalkan negara itu dengan cara komersial, kecuali ada kebutuhan mendesak untuk tinggal," ujar kementerian, seperti dikutip Reuters.


"Ketegangan dan kerusuhan politik meluas sejak pengambilalihan militer dan tingkat kekerasan meningkat," sambung pernyataan itu.

Inggris sendiri telah mengutuk kekerasan yang terjadi di Myanmar dan menyerukan pemulihan demokrasi. Inggris juga tengah mempertimbangkan pemberlakuan sanksi tambahan karena meningkatnya kekerasan.

Kekerasan di Myanmar terjadi pada demonstran yang marah dengan kudeta militer pada 1 Februari. Mereka menuntut pembebasan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan kembalinya proses demokrasi.

Aksi demonstrasi ditanggapi dengan kekerasan hingga penangkapan unjuk rasa.

Pada Kamis (11/3), sembilan pengunjuk rasa dilaporkan meninggal dunia di berbagai bagian negara itu, termasuk enam di kota Myaing, Myanmar tengah.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menuduh junta menggunakan senjata medan perang pada pengunjuk rasa tak bersenjata dan melakukan pembunuhan terencana.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya