Berita

Anggota Komisi II DPR RI, M Nasir Djamil/Net

Politik

Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas, Nasir Djamil: Sampai Dua Bulan Tak Ada Tanda-tanda, Itu Cuma Lip Service

KAMIS, 11 MARET 2021 | 13:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tak salah jika Benjamin Bland menyebut Presiden Joko Widodo sebagai "Man of Contradictions" dalam buku yang ditulisnya. Sebab, Jokowi kembali melakukan langkah yang berbeda dengan apa yang diucapkannya.

Presiden Jokowi sempat meminta parlemen untuk melakukan revisi UU ITE dan menghapus pasal-pasal karet yang ada di dalamnya. Langkah tersebut diapresiasi sejumlah kalangan masyarakat.

Faktanya, dalam rapat jadwal pembahasan revisi undang-undang Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, revisi UU ITE tidak tercantum dalam daftar program legislasi nasional (prolegnas) 2021.


Alhasil, Jokowi pun kembali dianggap hanya memberi angin surga. Permintaannya untuk merevisi UU ITE tidak ditindaklanjuti oleh para pembantunya dan pihak parlemen.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, meminta masyarakat untuk memberi sedikit waktu kepada pemerintah. Jika hingga batas waktu tak ada aksi positif pemerintah terkait revisi UU ITE, maka anggapan miring kepada pemerintah adalah benar adanya.

“Makanya kita tunggu dalam dua bulan ini. Kalau ternyata tidak ada tanda-tanda, maka itu bisa disebut hanya lips service,” kata Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/3).

Padahal, legislator asal Aceh ini menambahkan, banyak kalangan yang menyambut baik usulan revisi UU ITE yang diajukan pemerintah tersebut, termasuk aparat kepolisian.

“Padahal, Kapolri sudah menyambut dengan membentuk virtual police. Ini kan sebuah hal yang patut kita hargai, patut diapresiasi. Bahkan Kapolri sudah melakukan beberapa hal terkait dengan virtual police itu,” jelasnya.

Sayangnya, para pembantu Presiden Jokoqi tidak cermat dalam menangkap arahan dari presiden.

“Jadi polisi saja sudah siap, masa pembantu presiden saja tidak siap menjawab arahan dari presiden,” tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya