Berita

Rekonstruksi adegan empat laskar FPI digelandang keluar dari mobil sebelum tewas pada saat dibawa oleh mobil petugas/Net

Presisi

Gelar Perkara, Kasus Dugaan Unlawfull Killing Bakal Naik Penyidikan

RABU, 10 MARET 2021 | 10:03 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bakal melakukan gelar perkara dalam kasus dugaan unlawfull killing atau pembunuhan di luar hukum dalam peristiwa berdarah di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat yang menyebabkan tewasnya laskar FPI. Dalam perkara ini, tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai terlapor.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, dalam gelar perkara ini, penyidik ingin menentukan perkara tersebut
ditingkatkan menjadi penyidikan.


"Rencana (gelar perkara), Rabu tanggal 10 (Maret)," kata Argo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/3).

Sebelumya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan, pihaknya telah menemukaan dugaan unsur pidana dalam kasus tersebut. Sehingga otomatis, jika perkara telah dinaikan ke tahap penyidikan, tiga anggota Polda Metro Jaya tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi mendalami dugaan pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap empat Laskar FPI di dalam mobil.

Dalam insiden itu, diketahui empat Laskar FPI masih hidup sebelum polisi membawanya ke dalam mobil. Sementara, dua laskar yang lain telah tewas saat bentrok hingga baku tembak pecah sebelumnya.

Populer

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:45

Setelah Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Kini Dikabarkan Menyesal

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:43

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Di Bandung, Mahasiswa Mulai Teriak Revolusi

Rabu, 21 Juli 2021 | 19:17

Bang Yos: Makin Banyak yang Divaksin, Makin Banyak yang Terselamatkan

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:32

Sambangi Rumah Steven, Komandan Lanud TNI AU Merauke Berikan Seekor Babi dan Beras

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:42

Sadar dengan Jebakan Utang China, Pemerintahan Baru Samoa Urungkan Proyek BRI

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:01

UPDATE

Bocoran Dokumen AS Soal Varian Delta: Perang Telah Berubah

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:25

Istana: Berhentilah Berdebat Mengenai Lebih Penting Ekonomi atau Nyawa saat Pandemi

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:25

Istana: Berhentilah Berdebat antara Ekonomi atau Nyawa di Tengah Pandemi

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:20

Pimpinan Komisi VIII: Celah Penyelewengan Bansos Ada Pada DTKS yang Belum Baik

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:20

Raja Malaysia Perpanjang Keadaan Darurat Covid-19 Demi Stop Pemungutan Suara Di Sarawak

Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:04

Covid dan Bertapa 40 Hari

Sabtu, 31 Juli 2021 | 12:59

Anak Buah Prabowo Usul Jokowi Tiru Cara Bung Karno Mengatasi Krisis Ekonomi

Sabtu, 31 Juli 2021 | 12:41

Sunergy Policy: Fungsi Bansos di Indonesia Didominasi Kepentingan Politik

Sabtu, 31 Juli 2021 | 12:22

Posko Bendera Putih, Cara Menteri Sandiaga Respons Aksi Bendera Putih Pelaku Usaha

Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:57

Kemenko Marves Terima Bantuan Penanganan Covid-19 dari Pihak Swasta

Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:43

Selengkapnya