Berita

DPD Golkar Jatim saat bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait pengusulan Syaichona Muhammad Kholil sebagai pahlawan nasional/RMOLJatim

Politik

Target Golkar Jatim: Syaichona Muhammad Kholil Dapat Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini

RABU, 10 MARET 2021 | 08:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil Bin Abdul Latif Bangkalan tampaknya semakin realistis.

Hal ini didukung oleh upaya Partai Golkar Jatim yang siap menginisiasi dan memfasilitasi agar mahaguru ulama dan kiai-kiai Nahdlatul Ulama itu bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional pada 2021 ini.

Bentuk keseriusan itu ditunjukkan oleh DPD Partai Golkar Jatim adalah dengan menggelar seminar dan webinar nasional dalam rangka percepatan pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil di kantor DPD Partai Golkar Jatim, Selasa (9/3).


Ketua DPD Golkar Jatim, Sarmuji mengatakan, inisiatif usulan gelar pahlawan nasional kepada Syaichona Kholil itu muncul saat pihaknya menggelar Musda DPD Partai Golkar Bangkalan pada 25 Juli 2020.

"Kami mendapat laporan jika Syaichona Kholil belum mendapatkan gelar pahlawan nasional. Padahal para muridnya seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Asad Syamsul Arifin sudah mendapatkan gelar pahlawan nasional, makanya Partai Golkar tergugah untuk menginisiasi usulan gelar pahlawan nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil," terang Sarmuji, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.  

Menurut Sarmuji, Syaichona Muhammad Kholil itu adalah guru ulama dan kiai-kiai pesantren besar yang senantiasa mengajarkan Islam Wasathiyah (moderat) dan cinta tanah air kepada para santrinya. Hingga menginspirasi lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang kemudian terbukti menjadi perekat nasionalisne di Indonesia sampai saat ini.

"Seminar atau diskusi yang kami gelar saat ini adalah bagian upaya percepatan yang memang harus dilalui. Bahkan kalau diperlukan seminar khusus Syaichona Muhammad Kholil di tingkat nasional, DPP Partai Golkar akan siap menfasilitasi," tegas Sarmuji.

"Kami targetkan pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Syaichona Kholil bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Kalau ini terwujud akan jadi kebanggaan warga Madura, warga Jatim, warga Nahdliyin dan Partai Golkar tentunya," imbuhnya.

Senada, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung usulan pahlawan nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil.

"Syaichona Muhammad Kholil itu mahagurunya ulama dan kiai di Madura, Jawa dan Nusantara. Jasa beliau pada bangsa dan negara saat masa perjuangan tak perlu diragukan lagi sehingga beliau sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional," kata Gubernur Khofifah.

Ia berpesan agar tim khusus yang menangani usulan gelar pahlawan nasional Syaichona Muhammad Kholil supaya bekerjasama dengan berbagai elemen termasuk dengan Partai Golkar untuk mengumpulkan dan melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan.

"Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) maupun Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) harus disiapkan dengan baik karena itu berjenjang dan menjadi penentu cepat tidaknya untuk disetujui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk diusulkan kepada Presiden. Jangan sampai seperti saat mengusulkan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional yang tertunda karena ada sangkalan dari beberapa pihak," harap Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengakui TP2GD Kabupaten Bangkalan telah melakukan kajian dan sarasehan pada 15 Januari 2021. Kemudian ditindaklanjuti Bupati Bangkalan dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk usulan gelar pahlawan nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil.

Di tingkat provinsi Jawa Tmur, tambah Kadinsos Jatim Moh Alwi, TP2GD provinsi juga sudah melakukan kajian.

Hasilnya, masih ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi. Seperti nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, tempat dan tanggal meninggal, serta riwayat perjuangan secara kronologis.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya