Berita

Kongres Pertama Partai Hijau Indonesia yang digelar secara daring/Repro

Politik

Kongres Perdana Partai Hijau, Wujudkan Politik Hijau Yang Berkeadilan Sosial

SELASA, 09 MARET 2021 | 23:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Hijau Indonesia (PHI) sukses menggelar kongres perdana di Jakarta pada Minggu (7/3). Dalam kongres secara daring tersebut, Partai Hijau menetapkan anggaran dasar dan Presidium Nasional dan Majelis Pertimbangan PHI untuk periode 2021-2026.

Kongres tersebut dimaksudkan PHI untuk menjawab tantangan atas model organisasi yang hierarkis, sentralistis, birokratik, otoriter dan kurang berpihak pada kelompok perempuan serta kaum muda.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk menegakkan prinsip-prinsip politik hijau, seperti kearifan ekologis, keadilan sosial, demokrasi partisipatoris, tanpa kekerasan, keberlanjutan dan penghargaan terhadap keberagaman.


Presidium Nasional PHI, John Muhammad mengatakan, pertimbangan lain dari perubahan organisasi PHI disebabkan oleh perkembangan manajemen dalam era heterarki atau era holakrasi yang tengah terjadi saat ini.

“Dalam bahasa lain, PHI menginginkan kedaulatan anggota partai yang sejati," jelas John Muhammad dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Rabu (9/3).

Presidium PHI lainnya, Dimitri Dwi Putra menjelaskan bahwa kongres juga menyepakati kebijakan afirmasi dengan menjamin kepemimpinan perempuan, kelompok tertentu dan anak muda dengan usia di bawah 30 tahun dalam wadah kepemimpinan kolaboratif yang bersifat kolektif kolegial.

“Makanya, jumlah pemimpin pun diperluas menjadi 5 orang," lanjutnya.

Selian Dimitri Dwi Putra dan John Muhammad, PHI juga menetapkan beberapa orang lainnya sebagai Presidium Nasional PHI, yakni Kristina Viri, Roy Murtadho dan Taibah Istiqamah. Sementara itu, Majelis Pertimbangan diisi Anwar Maruf, Chairil Syah, Juli Ermiansyah Putra, Sapei Rusin, dan Siti Maemunah.

Dikatakan Roy Murtadho, Majelis Pertimbangan Partai PHI bukan sebagai pimpinan tertinggi seperti partai politik pada umumnya, melainkan sebagai representasi daerah yang berfungsi sebagai kanal anggota dalam memberi masukan dan mengawasi kerja presidium.

Melalui sejumlah perubahan tersebut, PHI yakin dapat memenuhi misinya dalam mengarusutamakan praktik politik, ekonomi, sosial dan budaya hijau; memperkuat kewargaan; menegakkan hukum yang berkeadilan; memulihkan krisis ekologi dan krisis demokrasi di Indonesia; serta memperkuat peran politik Indonesia dalam penyelamatan lingkungan hidup global.

"Selain itu, dalam konteks gerakan sosial, upaya-upaya ini merupakan penegasan tekad PHI sebagai lengan politik masyarakat sipil (civil society)," tambah Kristina Viri.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya