Berita

Ilustrasi Dahlan Iskan/Net

Dahlan Iskan

Positif Setelah Vaksin

SELASA, 09 MARET 2021 | 05:03 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SAYA menerima WA dari Indri, kemarin. Ia aktivis sosial. Pernah jadi sekretaris Federasi Barongsai Indonesia. Anak tunggalnya belum lama jadi dokter.

"Saya terkena Covid, 3 Maret lalu. Padahal saya sudah menjalani vaksinasi suntikan kedua tanggal 23 Februari," tulisnyi.

Tentu Indri tidak sendiri. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan, bupati dan wakil bupati Ciamis juga terkena Covid. Padahal sudah menjalani vaksinasi kedua. Demikian juga Bupati Serang Hj Ratu Tatu Khasanah.


Tentu saya tidak kaget.

Kita sudah tahu afikasi vaksin Sinovac itu 65 persen. Artinya: dari 100 orang yang divaksin, ada kemungkinan yang 35 orang tidak berhasil. Yakni tidak berhasil memiliki anti-virus Covid-19.

Sebenarnya itu juga tidak apa-apa kalau saja semua orang sudah menjalani vaksinasi. Yang 65 orang itu tidak akan tertular dan tidak akan menularkan. Dengan demikian yang 35 orang tadi ikut terbawa aman. Itulah prinsip herd immunity. Meski ada 35 orang yang tidak punya antibodi mereka tidak lagi bahaya.

Saya pun bertanya pada Indri: level Covid-nya berapa?

Dia pun menjawab: 33.

"Gak usah panik," kata saya. "Itu mirip dengan tidak kena Covid," kata saya lagi. Dia tahu saya bukan dokter. Kata-kata saya itu lebih bersifat menghibur.

Indri sendiri sebenarnya tidak tahu kalau dia kena Covid-19. Tidak merasakan sedikit pun gejala-gejala Covid-19. Tidak demam. Tidak batuk. Tidak sesak napas. Dan tidak kehilangan rasa.

Dia baru tahu kalau terkena Covid-19 belakangan. Yakni dari sikap hati-hatinyi. Dia merasa baru saja bersama teman yang terkena Covid-19. Dia harus rapid test: negatif. Dia masih harus hati-hati: melakukan rapid antigen. Juga negatif. Lalu menjalani PCR: positif 33.

Indri buru-buru foto paru-paru: bersih. Tapi ia tetap isolasi diri di sebuah hotel. Anaknyi yang tiap hari mengantar segala macam keperluan. Gantian. Ketika anaknyi dulu terkena Covid-19, sang ibu yang jadi tukang antar segala macam keperluan isolasinya.

Walhasil, tidak usah panik kalau mendengar orang yang sudah vaksinasi masih terkena Covid-19. Mungkin mereka itu terlalu percaya diri. Itu wajar. Ekspektasi orang sama: begitu menjalani vaksinasi kedua, harusnya bisa langsung berteriak MERDEKA!

Tidak begitu.

Begitu suntikan kedua melewati hari ke-14 sebaiknya memang tes: apakah "saya" tergolong 65 persen atau masuk yang 35 persen.

Teman-teman saya banyak yang tidak sabar. Baru satu minggu sudah tes. "Sudah muncul sih, tapi baru 7," katanyi. "Teman saya bahkan hanya 2," tambahnyi. "Tapi teman saya lainnya ada yang 37, ada juga yang 136," katanyi. "Ada satu yang masih nonreaktif," katanyi pula.

Begitulah. Vaksinnya sama: Sinovac. Tapi badan orang berbeda-beda. Termasuk cara badan merespons vaksin tersebut.

Munculnya perasaan "sudah vaksin, sudah aman" tidak bisa dibendung. Sama dengan orang yang sudah berhasil menjalani transplant ginjal atau liver. Mereka cepat-cepat ingin "show-diri". "Ini lho saya bukan orang sakit lagi". Atau "ini lho, saya sudah vaksinasi".

Bisa jadi Indri terlalu awal bertemu temannyi yang terkena Covid-19 itu. Ia baru 10 hari melewati suntikan kedua. Maka dia masih bisa tertular.

Kini Indri sudah negatif. Berarti dia sudah punya imunitas. Hanya saja dia akan bingung: munculnya imunitas itu karena vaksin atau karena terkena Covid?

Dalam kasus saya, saya tidak bingung. Saya kan juga memiliki kekebalan ganda. Anti Covid-19 saya itu dari dua sumber sekaligus. IgG dan IgM saya reaktif semua –dengan nilai yang di atas 2.000. Itu menandakan bahwa kekebalan saya muncul dari dua sumber. Yang pertama dari transfusi plasma konvalesen. Yang kedua dari Covid yang menyerang saya.

Waktu itu dokter di RS Premier Surabaya memang bertindak cepat. Yakni setelah terkena Covid-19 lewat satu minggu badan saya belum mengeluarkan antibodi. Maka di hari ke-8 dokter memberi saya transfusi plasma konvalesen.

Dua hari kemudian antibodi saya muncul. Yang dari konvalesen itu. Eh, lima hari kemudian muncul pula antibodi yang dari tubuh sendiri–akibat terserang Covid-19.

Semua orang harus vaksinasi. Tapi juga harus siap mental untuk tergolong yang 35 persen.

Maka mengendalikan perasaan "Merdeka!" setelah vaksinasi begitu penting. Apalagi kalau belum hari ke-14.

Tapi dalam kasus Indri –terkena Covid di level 33– memang menarik. Apakah seandainya belum vaksinasi, level Covid-nya juga sebaik itu. Maka saya jadi ingin tahu berapa level Covid-19 yang menimpa bupati dan wakil bupati Ciamis itu. Juga yang menimpa Bupati Serang itu.

Ternyata sama dengan Indri. Bupati Serang Hj Ratu Tatu Khazanah juga tidak merasa terkena Covid. Setelah dicek ternyata level Covid-nya 35. Ketika dicek lagi sudah naik jadi 39. Jumat lalu sudah negatif.

Sedang Bupati Ciamis Dr Herdiat Sunarya sama dengan wakilnya: di level 29 –sama dengan saya dulu. Dua-duanya segera negatif.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya