Berita

Sidang lanjutan kasus suap Bansos Covid-19 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat/RMOL

Hukum

Anak Buah Ungkap Juliari Beri Rp 2 M Untuk Ketua DPC PDIP Kendal Ahmad Suyuti

SELASA, 09 MARET 2021 | 02:09 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ada pemberian uang senilai Rp 2 miliar dari Juliari Peter Batubara saat masih menjabat sebagai Menteri Sosial kepada Ketua DPC PDIP Kendal, Akhmat Suyuti.

Hal itu disampaikan anak buah Juliari, Adi Wahyono saat menjadi saksi di persidangan lanjutan dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/3).

Awalnya, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendalami keterangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos tersebut terkait arahan pengguna uang fee Rp 10 ribu per paket bansos sembako yang dikumpulkan dari para vendor.

"Misalnya mau kunjungan ke Semarang, terus siapkan yang Rp 2 miliar, terus saya minta Pak Joko untuk menyerahkan uang Rp 2 miliar untuk dibawa ke Semarang oleh Mas Eko," kata Adi.

Joko yang dimaksud adalah Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso yang juga tersangka dalam perkara ini sama seperti Adi. Sementara untuk Eko, kata Adi, menjabat sebagai ADC Juliari.

Uang Rp 2 miliar dalam bentuk dolar Singapura itu diserahkan Adi kepada Eko di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur saat Juliari akan terbang ke Semarang.

"Di sana (Juliari) bertemu ada Ketua DPC PDIP dari Semarang, yang saya tau dari Kendal yang saya kenal, Akhmat Suyuti," jelas Adi.

Adi mengaku tidak mengetahui proses penyerahan uang tersebut. Karena, tugasnya hanya menyerahkan uang di Bandara. "Kalau tujuannya saya tidak tahu, tapi hanya saya dengar saja untuk kepentingan..," kata Adi kemudian dipotong pembicaraannya oleh Jaksa.

"Serahkan di Bandara atas perintah siapa?" tanya Jaksa kepada Adi.

Adi mengatakan bahwa uang itu diserahkan ke Eko di Bandara merupakan perintah dari Juliari. Mendengar penjelasan itu, Jaksa kemudian mendalami adanya komunikasi antara Adi dengan Akhmat Suyuti sebelum penyerahan uang tersebut.

"Saya kan dari Kementerian pak, jadi mereka (Akhmat Suyuti) juga kenal saya. Kadang-kadang kalau menghadap Pak Menteri juga menghubungi saya waktu itu juga. Yang saya dengar itu kenapa (Juliari) ke Semarang membawa uang itu ya untuk beberapa orang PDIP di Dapil beliau Pak," terang Adi.

Jaksa lantas memutarkan rekaman suara telepon yang merupakan hasil sadapan dari tim penyelidik KPK. Dalam rekaman tersebut, terdengar percakapan antara Adi dan Suyuti mengenai titipan dari Juliari Batubara.

"Artinya betul ada penyerahan yang ke Pak Suyuti?" tanya Jaksa usai memperdengarkan rekaman telepon.

"Iya. Saya pernah ketemu waktu istirahat di KPK, ketemu Pak Suyuti, sisanya menyerahkan yang, kalau melalui Semarang melalui Pak Eko, selanjutnya saya tidak tahu," jawab Adi.

Saat ditanya soal perkenalannya dengan Suyuti, Adi mengaku kenal bahwa Akhmat Suyuti merupakan Ketua DPC PDIP Kendal.

"Secara persis saya tidak tahu Pak (hubungan Juliari menyerahkan uang ke Suyuti), hanya Pak Menteri kan Dapilnya Jateng 1 meliputi Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, sama Salatiga," pungkasnya.

Akhmat Suyuti sebelumnya juga pernah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat (19/2). Saat itu, penyidik mendalami keterangan terkait adanya pengembalian sejumlah uang oleh Suyuti yang diduga diterima dari Juliari melalui perantaraan pihak lain.

Populer

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Sabtu, 01 Mei 2021 | 11:57

Joko Widodo Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang

Sabtu, 08 Mei 2021 | 07:06

Ajakan Presiden Jokowi Makan Babi Saat Lebaran, ICMI: Tidak Punya Empati!

Sabtu, 08 Mei 2021 | 13:17

Ini Penjelasan Firli Bahuri Soal Isu Pemecatan Novel Baswedan Dkk Karena Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan

Senin, 03 Mei 2021 | 19:59

Soal Jokowi Dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno

Sabtu, 08 Mei 2021 | 11:55

Presiden Jokowi Bisa Beri Mandat Kepada Jusuf Kalla Untuk Selesaikan Papua

Selasa, 04 Mei 2021 | 16:51

Ustadz Abdul Somad Diserang Kabar Burung, Kali Ini Tentang Kado Pernikahan

Minggu, 02 Mei 2021 | 22:03

UPDATE

KPU Bersiap Hadapi Panel Sidang Sengketa Pilkada Jilid II Di MK Secara Online Pekan Depan

Rabu, 12 Mei 2021 | 01:24

Satgas Covid-19 Minta Pemda Perketat Aturan Mobilitas Dan Kerumunan Selama Masa Lebaran

Rabu, 12 Mei 2021 | 00:55

Korut Terima Tawaran Terbaru AS, Angin Segar Bagi Semenanjung Korea

Rabu, 12 Mei 2021 | 00:22

Mutasi Virus Covid Mengintai Anak Dan Remaja Di Dunia, IDAI Sangsi Pemerintah Mampu Buka Sekolah Yang Aman Covid-19

Rabu, 12 Mei 2021 | 00:00

Mendag Dibela PKB, Noel: Ada Apa Dengan Senayan, Ini Soal Bisnis?

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:56

H-2 Lebaran, Jumlah Penumpang Di 15 Bandara Turun 37,6 Persen

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:45

bjb 60versary, Promo Lucky Birthday Berhadiah Jutaan Rupiah

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:13

IDI Minta Rumah Sakit Hingga Puskesmas Siapkan Langkah Antisipatif Lonjakan Kasus Covid-19 Paska Libur Lebaran

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:07

Bukan Hanya Timur Tengah Atau Negara Arab, Sejarah Peradaban Islam Juga Sangat Lekat Di Uzbekistan

Selasa, 11 Mei 2021 | 23:04

Minimalkan Kerumunan, Menko PMK Imbau Jemaah Shalat Ied Wudhu Dari Rumah

Selasa, 11 Mei 2021 | 22:43

Selengkapnya