Berita

Presiden Jokowi dengan KSP Moeldoko dalam satu kesempatan di Istana Negara/Net

Politik

Manuver Moeldoko, Presiden Jokowi Harus Bersikap, Jika Tidak Bisa Timbul Mosi Tak Percaya Rakyat

SENIN, 08 MARET 2021 | 19:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan jika langkah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko membajak Partai Demokrat merupakan sikap pribadi, sudah seharusnya Presiden Jokowi memberikan sanksi.

Pasalnya, Demokrat memandang apa yang dilakukan oleh Moeldoko ini masuk dalam pelangaran etika dan profesi yang harus disikapi oleh Presiden Jokowi.

"Presiden harus memberikan sanksi. Dan yang sudah terbukti Moeldoko, kalau tidak ya presepsi publik (menganggap langkah Moeldoko) ada yang mengetahui (atau) di lingkaran Presiden juga tau. Ya kita tunggu sikap Presiden," kata Herman Khaeron dalam diskusi di salah satu stasiun TV nasional, Senin malam (8/3).


Sementara itu, pengamat dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Moeldoko secara adminitrasi merupakan orang bawahan Presiden langsung.

Menurut Siti, Presiden Jokowi sudah seharusnya memanggil Moeldoko, jika tidak publik akan bertanya-tanya apakah memang betul Jokowi tidak mengtahui manuver yang dilakukan oleh Moeldoko terhadap Partai Demokrat.

"Salah besar kalau Jokowi ada pembiaran, ini presden buruk. Ditakutkan bakal timbul kekecewaan rakyat dan mosi tak percaya terhadap pemerintah," tandas Siti. 

Sebelumnya, KLB yang digagas para eks kader Partai Demokrat, meminang Moeldoko sebagai ketua umum. Moeldoko pun menyatakan kesediaannya dan mengucapkan terima kasih kepada peserta KLB.

Selain itu, KLB juga menetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Marzuki Alie mengatakan bahwa dia siap bekerja sama dengan Moeldoko untuk memenangkan Partai Demokrat di Pemilu 2024.

"Moeldoko ketum, saya ketua dewan pembina. Jadi keputusan kongres merupakan keputusan yang tertinggi. Jadi saya dan Pak Moeldoko akan bergandeng tangan untuk memenangkan PD 2024, termasuk memenangkan pilpres," kata Marzuki.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya