Berita

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain berama DPC se-Sumut menolak hasil KLB Siobangit/RMOLSumut

Politik

DPD Dan DPC Se-Sumut Tolak Penetapan Moeldoko Versi KLB Sibolangit

SABTU, 06 MARET 2021 | 15:55 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Gerakan pengambilalihan kepemimpinan secara paksa terhadap Agus Harimurti Yudhoyono mendapat penolakan dari kader Partai Demokrat di Sumatera Utara.

Sumatera Utara merupakan tempat Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang kemudian menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Sabtu siang (6/3) kader Partai Demokrat di Sumatera Utara menyatakan kebulatan tekad mereka untuk tetap loyal kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai.


Mereka menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit yang menghasilkan nama Moeldoko sebagai ketua umum.

"Itu KLB abal-abal (Kongres yang digelar di Sibolangit-red)  dan tidak sah, tidak dihadiri oleh pemilik hak suara yang sah yaitu Ketua DPD, DPC dan Sayap Partai yang sah sesuai  hasil Kongres ke-V.  Jadi kami  anggap itu KLB abal-abal," kata Herri Zulkarnain, Sabtu (6/3) siang di Medan seperti diberitakan Kantor Berita RMOLSumut.

"KLB abal abal, karena tidak sesuai AD/ART partai, tidak dihadiri pemilik suara yang sah. Masak ketua terpilih orang luar pula. Kan abal abal?" demikian penegasan Herri.

Herri yang didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif dan sejumlah pengurus lainnya mengatakan, pihaknya akan melawan hasil KLB yang menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko menjadi ketua umum versi KLB.

"Kami bersama Pak AHY dan DPP selalu konsolidasi dan berkomunikasi dan akan melawan KLB abal-abal itu, karena kebenaran harus dipertahankan," sebut Herri.

Herri menegaskan, untuk Provinsi Sumut  tetap  berada di bawah kepemimpinan AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat yang sah.

Heri membuktikan hal itu saat apel kesiapan yang digelar Jumat (5/3) di Kantor DPD Partai Demokraf Sumut sebelum berangakat ke Sibolangit untuk membubarkan KLB.

"Semalam para Ketua DPC bersama kami DPD sudah menyatakan ikrar kesetiaan kepada ketum AHY sebelum berangkat ke Sibolangit untuk membubarkan KLB abal abal itu," kata Herri seraya menambahkan pihaknya tak mampu membubarkan karena dihadang oleh OKP yang diduga bayaran.

"Kami tak mau ada pertumpahan darah , kami ingin Sumut kondusif, kami tak mau rakyat menjadi korban,  makanya kami mundur," sebutnya.

Plt Ketua DPD Partai  Demokrat Sumut itu juga menyinggung Moeldoko yang akhirnya membuktikan apa yang diomongin bahwa dia tidak ikut campur menjadi luntur semu.

Kata Herri dengan penetapan Moeldoko sebagai Ketum versi KLB ielgal, membuktikan bahwa orang dekat Jokowi itu sudah punya niat mau jadi ketum Demokrat dan terlibat di dalam pergerakan pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya