Berita

Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional HIPMI Tahun 2021/Repro

Politik

Pernyataannya Soal Benci Produk Asing Dikritik, Jokowi: Gitu Aja Ramai!

JUMAT, 05 MARET 2021 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perintah untuk Kementerian Perdagangan (Kemendag) dari Presiden Joko Widodo agar mengkampanyekan "benci produk luar negeri" mendapat kritik dari banyak pihak.

Dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional HIPMI Tahun 2021, Jokowi menanggapi banyak kritikan tersebut dengan santai.

"Gitu aja rame, saya ngomong benci produk asing gitu aja ramai, boleh kan tidak suka produk asing," ujar Jokowi melalui siaran kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (5/3).


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, maksud pernyataannya tersebut memiliki tujuan untuk mengembangkan produk-produk dalam negeri.

"Kemarin saya sampaikan untuk cinta produk Indonesia, untuk bangga terhadap produk Indonesia, dan boleh saja kita ngomong tidak suka pada produk asing," tuturnya.

"Masa kita enggak boleh bilang enggak suka, kan boleh saja enggak suka pada produk asing," sambungnya.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan bahwa apa yang dia sampaikan adalah upaya untuk membangun loyalitas konsumen supaya bisa lebih mencintai produk dalam negeri.

"Tetapi untuk menuju loyalitas konsumen kita pada produk-produk dalam negeri memang ada syarat-syaratnya, kalau harga kompetitif tentu saja, kalau kualitasnya baik tentu saja," ucapnya.

"dari sisi produsen, harus terus memperbaiki kualitasnya, memperbaiki packagingya, memperbaiki desainnya agar bisa mengikuti tren, kita senang kalau misalnya dulu impor serat rayon, bijih plastik sekarang sudah diproduksi di dalam negeri," demikian Jokowi menambahkan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya