Berita

Tunangan almarhum Khashoggi, Hatice Cengiz/Net

Dunia

Tunangan Khashoggi Desak AS Beri Hukuman Pada Putra Mahkota MBS Yang Terlibat Pembunuhan

SENIN, 01 MARET 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perilisan laporan intelijen AS yang menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, disambut antutias oleh Hatice Cengiz, tunangan almarhum Khashoggi. Menurutnya, hukuman untuk MBS harus segera dilakukan.

"Sangat penting bahwa Putra Mahkota, yang memerintahkan pembunuhan brutal terhadap orang yang tidak bersalah, harus dihukum tanpa menunda-nunda lagi," katanya dalam cuitannya di akun Twitter pada Senin (1/3).

Laporan intelijen AS yang dirilis pada Jumat (26/2) menyebutkan bahwa bukti-bukti telah jelas, pangeran telah menyetujui pembunuhan itu.


Washington mengumumkan akan menjatuhkan sanksi pada beberapa dari mereka yang terlibat. Namun, di sana tidak disebutkan sanksi diberikan kepada MBS.

Joe Biden ketika ditanya wartawan saat konferensi pers mengapa Washington tidak memberikan sanksi kepada MBS, Biden hanya mengatakan akan ada pembaruan pada Senin (hari ini). Namun, seorang pejabat Gedung Putih memberi sinyal bahwa nampaknya tidak ada pembaruan apa pun, seperti dilaporkan Reuters.

"Jika putra mahkota tidak dihukum, itu menandakan bahwa pelaku utama bisa lolos dari pembunuhan yang akan membahayakan kita semua dan menjadi noda pada kemanusiaan kita," lanjut cuitan Cengiz.

Tunangan Khashoggi itu menyinggung bahwa hukuman untuk MBS bisa diberikan oleh pemerintahan Biden.

"Penting bagi semua pemimpin dunia untuk bertanya pada diri sendiri apakah mereka siap berjabat tangan dengan orang yang terbukti bersalah sebagai pembunuh?" kata Cengiz.

Pemerintah Saudi, yang membantah keterlibatan putra mahkota, menolak temuan laporan tersebut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya