Berita

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Repro

Bisnis

Perkuat Kerjasama Sawit Dengan Malaysia, Airlangga Keker Pengembangan Produk Hilir Hingga Ke Pasar Global

SABTU, 27 FEBRUARI 2021 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Upaya pemerintah memperkuat kerjasama pengembangan industri Kelapa Sawit dengan Malaysia mulai terlihat.

Sebab kemarin, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Mohd Khairuddin Aman Razali melakukan pertemuan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) 2021.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir para pengusaha di kedua negara serta Menteri Pertanian dan Pengembangan Desa Kolombia, Rodolfo Enrique Zea Navarro; Menteri Pangan dan Pertanian Ghana, Owusu Afriyie Akoto; Menteri Pertanian Honduras, Mauricio Guevara Pinto, dan Kepson Pupita, Senior Official Papua New Guinea mewakili Menteri Pertanian.


Dalam paparannya, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia mengajak pemerintah Malaysia bersinergi membangun kesamaan pandangan dan kebijakan, dalam menghadapi diskriminasi atau kampanye negatif mengenai kelapa sawit.

Manurut Airlangga, hal ini penting dilakukan untuk pengembangan produk hilir Kelapa Sawit kedua negara di pasar global.

"Kedua negara harus bekerjasama secara optimal untuk meningkatkan penerimaan produk sawit di pasar dunia," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (27/2).

"Sehingga pengembangan produk hilir sawit menjadi pilihan dengan memperhatikan peningkatan nilai tambah produk," sambungnya.

Dalam pertemuan ini, Airlangga juga menyampaikan apresiasi yang disampaikan pemerintah Indonesia terkait pembentukan Scientific Committee (Komite Sains) di bawah CPOPC.

Katanya, komite tersebut bertujuan menjawab kampanye negatif di berbagai negara terkait produk-produk kelapa sawit. Yakni dengan fakta atau narasi yang berbasis sains ataupun kajian ilmiah.

Seiring dengan itu, Ketua Umum Partai Golkar ini juga telah mengeker pengembangan produk hilir sawit berupa B30.

Sebab, program pemerintah yang mewajibkan pencampuran 30 persen Biodiesel dengan 70 persen bahan bakar minyak jenis Solar ini sudah berjalan sejak awal tahun 2020.

Namun, pasarnya di dalam negeri belum mengalami pengembangan, sementara produksinya terus mengalami pertambahan.

Karena itu, pemerintah Indonesia juga mengajak pemerintah Malaysia agar tetap menjaga keseimbangan ini, agar harga sawit di pasar dunia tetap menguntungkan.

"Berkat harga yang relatif stabil, kebijakan ini juga turut membantu kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia," demikian Airlangga Hartarto menambahkan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya