Berita

Kerukunan Silaturahmi Orang-orang Papua Jatim di Surabaya/Ist

Politik

Dukung Pelaksanaan Otsus Jilid II, Warga Papua Di Jatim Berharap Warga Pelosok Bisa Ikut Menikmati

RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 15:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masyarakat Papua yang tergabung dalam Kerukunan Silaturahmi Orang-orang Papua Jatim, mendukung Otonomi Khusus (Otsus) jilid II.

Hal tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap mereka pada Selasa kemarin (23/2) di salah satu rumah makan di kawasan Gayungan, Surabaya.

Dalam Otsus jilid ,I masyarakat Papua telah merasakan perkembangan serta perhatian dari pemerintah. Namun masyarakat Papua mencium aroma nepotisme dalam pelaksanaannya.


Oleh karena itu, mereka berharap dalam pelaksanaan Otsus jilid II nanti, tidak lagi ada aroma negatif, dan masyarakat Papua bisa merasakan perkembangan daerahnya dengan maksimal.

"Kalau menurut saya Otsus ini program pemerintah yang harus didukung, supaya bisa membantu masyarakat kita yang berada di Papua dan Papua Barat, termasuk kami juga yang berada di perantauan. Karena selama ini Otsus itu tidak pernah kami rasakan secara langsung kalau dibandingkan dengan Papua," ucap sesepuh orang Papua di Jatim, Robert Y Korwa, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (24/2).

Hal senada juga disampaikan Freek Christian, yang merupakan sesepuh masyarakat Biak, Papua. Ia mengaku Otsus ini sangat membantu masyarakat Papua, dan diharapkan Otsus ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di berbagai pelosok Papua.

"Otsus ini sangat penting dan sangat membantu masyarakat di Papua, di mana semua ikut merasakan segala sesuatunya itu dari Otsus, mungkin pelaksanaannya yang kami harapkan ini bisa diterima oleh masyarakat kecil, di pelosok-pelosok daerah Papua, sehingga mereka bisa menikmati adanya Otsus ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Christian memohon kepada pemerintah agar pelaksanaan Otsus ini bisa dimonitor secara baik, sehingga masyarakat Papua bisa merasakan itu semua.

"Kita adalah bagian dari keluarga Papua dan Papua Barat yang sudah layak dan pantas sama-sama mendapat bagian dari otonomi ini," tegasnya.

Sementara Bram Asmuruf menambahkan, Otsus ini banyak manfaatnya bagi masyarakat Papua. Dibandingkan Papua yang dulu dengan Papua yang sekarang, perbedaannya sangat jauh sekali. Namun untuk pelaksanaannya harus lebih dievaluasi, sehingga bisa lebih maksimal.

"Otsus ini banyak manfaatnya, tetapi sayangnya banyak yang tidak mencapai sasaran, dan pelaksanaan jilid dua ini bisa lebih dievaluasi pelaksanaannya, sehingga bisa baik, bermanfaat, dan mencapai sasaran," jelasnya.

Berikut pernyataan sikap masyarakat Papua yang tergabung dalam Kerukunan Silaturahmi Orang-orang Papua Jatim:

1. Mendukung pelaksanaan Otsus Papua Jilid II dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat.

2. Otsus Papua jilid II merupakan program pemerintah yang harus didukung demi meningkatkan pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan perkembangan infrastruktur, agar Papua menjadi provinsi yang maju dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

3. Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Papua agar profesional dan transparan dalam pengelolaan penggunaan dana Otsus Papua jilid II serta tidak KKN dalam penentuan sasaran penerima Otsus jilid II. Khususnya pendidikan untuk anak-anak Papua dan Papua Barat serta anak-anak Papua di perantauan.

4. Mendorong pemerintah untuk segera mengaudit program Otsus Papua jilid I, agar masyarakat Papua dapat mengetahui penggunaan dananya apakah tepat sasaran atau tidak, karena program Otsus jilid  I hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu saja.

5. Mendesak pemerintah pusat agar membentuk lembaga independen untuk pendampingan dan pengawasan program Otsus Papua jilid II agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya