Berita

Partai politik pada Pemilu 2019/Net

Politik

Elektabilitas PDIP-Gerindra-Golkar Turun Karena Parpol Lain Dipandang Lebih Pro Rakyat

Coatail Effect Tokoh Tidak Berimbas Ke Parpol
RABU, 24 FEBRUARI 2021 | 11:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Elektabilitas PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Golkar mengalami penurunan dalam survei terbaru Litbang Kompas.

Selain tiga partai besar itu, Partai Nasdem, PAN, dan PPP juga ikut mengalami penurunan.

Yang elektabilitasnya naik, PKB, PKS dan Partai Demokrat.


Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan, salah satu alasan naik turun elektabilitas sebuah parpol adalah soal kinerja.

"Banyak hal menurut saya, tapi faktor paling besar adalah banyak partai politik dipandang lebih baik dan lebih pro rakyat dibandingkan PDIP, Gerindra dan lain-lain," ujar dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/2).

Adapun terkait naiknya leketabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto serta dua politisi PDIP Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini, memang tidak otomatis berimbas kepada elektabilitas parpol.

"Coatail effect tokoh tidak berimbas ke parpol, buktinya PDIP dan Gerindra gagal tembus 20 persen," ucap Hendri Satrio.

Berikut hasil survei Litbang Kompas pada Januari 2021 dibandingkan dengan hasil pemilu 2019, survei Oktober 2019 dan Agustus 2020:

PDI Perjuangan
Pemilu 2019: 19,33 persen
Oktober 2019: 21,8 persen
Agustus 2020: 23,1 persen
Januari 2021: 19,7 persen

Partai Gerindra
Pemilu 2019: 12,57 persen
Oktober 2019: 13,6 persen
Agustus 2020: 12,6 persen
Januari 2021: 9,6 persen

PKB
Pemilu 2019: 9,69 persen
Oktober 2019: 5,3 persen
Agustus 2020: 4,7 persen
Januari 2021: 5,5 persen

PKS
Pemilu 2019: 8,21 persen
Oktober 2019: 5,3 persen
Agustus 2020: 4,1 persen
Januari 2021: 5,4 persen

Partai Demokrat
Pemilu 2019: 7,7 persen
Oktober 2019: 4,7 persen
Agustus 2020: 3,6 persen
Januari 2021: 4,6 persen

Partai Golkar
Pemilu 2019: 12,31 persen
Oktober 2019: 7,7 persen
Agustus 2020: 5,9 persen
Januari 2021: 3,4 persen

Partai Nasdem
Pemilu 2019: 9,05 persen
Oktober 2019: 3,1 persen
Agustus 2020: 2,5 persen
Januari 2021: 1,7 persen

PAN
Pemilu 2019: 6,84 persen
Oktober 2019: 2,1 persen
Agustus 2020: 1,1 persen
Januari 2021: 0,8 persen

Partai Perindo
Pemilu 2019: 2,67 persen
Oktober 2019: 1,3 persen
Agustus 2020: 0,5 persen
Januari 2021: 0,6 persen

PPP
Pemilu 2019: 4,52 persen
Oktober 2019: 1,2 persen
Agustus 2020: 1,1 persen
Januari 2021: 0,5 persen

Partai Berkarya
Pemilu 2019: 2,09 persen
Oktober 2019: 0,3 persen
Agustus 2020: 0,1 persen
Januari 2021: 0,4 persen

Partai Hanura
Pemilu 2019: 1,54 persen
Oktober 2019: 0,8 persen
Agustus 2020: 0,9 persen
Januari 2021: 0,2 persen

PSI
Pemilu 2019: 1,89 persen
Oktober 2019: 1,1 persen
Agustus 2020: 0,3 persen
Januari 2021: 0,2 persen

Partai Garuda
Pemilu 2019: 0,50 persen
Oktober 2019: 0,3 persen
Agustus 2020: 0,0 persen
Januari 2021: 0,1 persen

PBB
Pemilu 2019: 0,79 persen
Oktober 2019: 0,0 persen
Agustus 2020: 0,1 persen
Januari 2021: 0,0 persen

PKPI
Pemilu 2019: 0,22 persen
Oktober 2019 0,0 persen
Agustus 2020: 0,0 persen
Januari 2021: 0,0 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya