Berita

Pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad/Repro

Hukum

Perlu Diubah, Ini Saran Suparji Ahmad Soal Rencana Kominfo Bentuk Pedoman Interpretasi UU ITE

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 16:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana Kominfo mendorong Mahkamah Agung, Kepolisian dan Kejaksaan untuk membuat pedoman interpretasi terhadap pasal-pasal di UU ITE, dinilai perlu diubah.

Sebab, hal itu bisa mengakibatkan kesimpangsiuran tentang posisi interpretasi UU 19/2016 sebagai perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu sendiri.

Begitu disampaikan Pakar hukum pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof Suparji Achmad saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Tanya Jawab Cak Ulung, bertajuk "Seberapa Pentingkah Revisi UU ITE?" Yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, pada Kamis (18/2).


"Perlu ada penerapan hukum secara progresif, bukan dengan membuat semacam metode interpretasi. Karena, itu akan membuat adanya sebuah kesimpangsiuran tentang posisi sebenarnya ada di mana interpretasi UU ITE itu," ujar Suparji.

Suparji menilai, pedoman interpretasi terhadap pasal-pasal di UU ITE itu oleh Kominfo itu bermaksud merespons keinginan politik Presiden Jokowi.

Keingin Jokowi itu, kata Suparji seperti mengatasi ketidakadilan dalam pelaksanaan UU ITE sehingga munculah gagasan metode interpretasi atau pedoman interpretasi itu.

"Cuma persoalannya adalah dalam konteks hierarki peraturan perundang-undangan itu tidak ada metode interpretasi," tegasnya.

Menurut Suparji, lantas bagaimana sebetulnya menempatkan metode interpretasi itu?

"Memang dalam hukum kita mengenal ada metode-metode interpretasi atau metode penafsiran, metode historis, metode contrario dan lain sebagainya," jelasnya.

"Tetapi yang dimaksudkan Kominfo ini mungkin saja itu semacam pedoman petunjuk teknis pelaksanaan dari UU. Dan sesungguhnya petunjuk teknis ini adalah nanti akan kembali kepada aparat penegak hukum. Apakah di sini akan keluar sebuah surat keputusan bersama untuk melaksanakan UU ini secara selektif, agar tidak terjadi semacam ketidakadilan?" sambungnya.

"Ini yang harus diperjelas," kata Suparji lagi.

Atas dasar itu, Suparji menyarankan agar upaya membuat pedoman interpretasi terhadap pasal pasal di UU ITE, dinilai perlu diubah.

"Lebih baik diubah pada sebuah kesepakatan bersama. Misalnya Kominfo, Kepolisian, Kejaksaan, bagaimana mengguidance penerapan hukum secara progresif. Dengan kata lain bagaimana keadilan tidak saja keadilan hukum tapi adalah keadilan yang restoratif atau yang memulihkan," tuturnya.

"Misalnya ada laporan, tidak semua laporan harus ditindaklanjuti tetapi didamaikan, disepakati bersama, apa masalahnya. Saya kira (itu) akan lebih efektif untuk menciptakan keadilan dalam proses penegakan hukum," demikian Suparji.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebelumnya menyatakan dukungan kepada Mahkamah Agung, Kepolisian dan Kejaksaan untuk membuat pedoman resmi penafsiran terhadap pasal pasal di UU ITE.

"Kominfo mendukung bersama MA Kepolisian, Kejaksaan,  membuat pedoman resmi penafsiran terhadap pasal pasal UU ITE yang dianggap kontroversial diatas agar lebih jelas dan dapat menghindari penafsiran yang beragam," kata Johnny G Plate dalam keterangannya, Selasa (16/2) lalu.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya