Berita

Wakil Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi/Net

Politik

PPP: Mau Pemerintah Apa, Kalau Mau Revisi UU ITE Ayo Bareng-bareng

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 12:05 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan dalam menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo untuk merevisi UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sepenuhnya adalah urusan pemerintah.

Begitu tegas Wakil Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi menanggapi rencana Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate yang berencana membuat pedoman interpretasi UU ITE.

Awiek, sapaan Baidowi, mengurai bahwa interpretasi yang dilakukan berbeda dengan revisi.  


“Ya itu urusan pemerintah, tentu beda antara revisi dan interpretasi. Kalau revisi mengubah UU, kalau interpretasi bagaimana mengartikan sebuah norma UU,” ucap Awiek kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/2).

Namun demikian, Awiek menolak jika pihaknya dipaksa untuk menyebut mana yang lebih baik, apakah revisi atau interpretasi. Menurutnya, posisi DPR adalah mitra dari pemerintah, bukan orang yang memberi hasil pengamatan.

“Kami kan bukan pengamat, kami DPR mitranya pemerintah. Maunya pemerintah apa? Mau revisi, ayo revisi bareng-bareng. Dijadikan usul inisiatif,” tegasnya.

Dia hanya menekankan bahwa pernyataan Jokowi harus dicermati dengan baik. Jika memang UU ITE perlu direvisi, maka parlemen akan terbuka untuk merevisi. Sementara jika tidak, maka hal senada akan dilakukan.

“Kan jelas Jokowi itu, bahwa UU ITE harus diterapkan secara konsekuen. Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai, maka kami tidak segan untuk merevisi. Kan kalau ada, kalau tidak ada ya tidak direvisi begitu lho,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya