Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada/Ist

Politik

Soal Kabareskrim Baru, Bukan Tergantung Siapa Yang Dijagokan Masyarakat, Tapi Siapa Yang Bisa Bekerjasama Dengan Kapolri

KAMIS, 18 FEBRUARI 2021 | 11:05 WIB | LAPORAN: MEGA SIMARMATA

Bursa Kabareskrim baru, semakin menghangat belakangan ini.

Sampai hari ini, saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah lebih dari 3 minggu menjabat, nama Kabareskrim yang baru belum juga diumumkan.

Ini bisa dimaklumi, karena dalam masa 3 minggu menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Listyo Sigit memiliki agenda kegiatan yang sangat amat padat.


Dimulai dari bersilahturahmi ke berbagai Ormas Islam.

Dilanjutkan melakukan inpeksi penegakan prokes bersama-sama dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke Tanah Abang Jakarta Pusat dan ke Denpasar Bali.

Lalu, melakukan kunjungan kerja ke 2 Provinsi di Sulewesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sekembalinya ke Jakarta, Kapolri sudah ditunggu oleh kegiatan superpenting berikutnya yaitu menghadiri Rapim TNI-Polri dan membuka Rapim Polri.

Sementara keputusan akhir tentang siapa yang akan dipilih menjadi Kabareskrim, sepenuhnya ada di tangan Kapolri.

Tapi, Kapolri pun tidak serta merta bisa memutuskan sendiri.

Ia tetap harus mengkonsultasikan hal ini, atau tepatnya meminta arahan atau petunjuk Presiden, tentang rencana penunjukan Kabareskrim yang baru.

Sehingga, dalam beberapa hari ke depan, bisa jadi Kapolri pun sedang menunggu atau malah sudah diberitahu, nama yang direstui Presiden Joko Widodo.

Dalam memimpin organisasi sebesar dan sepenting Bareskrim, dibutuhkan sosok yang loyal dan bisa bekerjasama sepenuhnya dengan Kapolri.

Terutama bagaimana Bareskrim ikut mendukung sepenuhnya pelaksanaan program-program Pemerintah.

Artinya, Kabareskrim pun harus memiliki loyalitas tinggi pada Pemerintah, dan tidak bisa disetir oleh pihak lain di luar Presiden dan Kapolri.

Memangnya ada yang tidak loyal?

Mungkin ada, dan mungkin tidak.

Loyalitas yang dimaksud adalah tidak berstandar ganda, di mana posisi atau perintah Kapolri bisa ditimpa dan jadi tumpang tindih dengan adanya perintah dari luar eksternal Polri.

Dalam hal ini, siapapun Kabareskrim baru, tidak tergantung dengan dia angkatan berapa.

Tidak tergantung dengan senior, teman seangkatan, atau juniornya Kapolri.

Kalau soal senior, sejumlah posisi penting dalam Polri, sampai saat ini sudah dipegang oleh senior Kapolri.

Terutama posisi Wakapolri, yang dijabat oleh Komjen Gatot Eddy Pramono (angkatan 1988).

Kapolri tidak perlu dibebani dengan keharusan memberi posisi Kabareskrim kepada seniornya.

Yang paling bijaksana adalah memberikan posisi Kabareskrim kepada perwira tinggi Polri yang cakap, profesional, berintegritas, dan berpengalaman di dunia reserse.

Dan di atas semua itu, yang punya loyalitas tinggi.

Kepada anak buah yang mana, Kapolri bisa merasa nyaman untuk bekerjasama, pilihlah orang yang seperti ini menjadi Kabareskrim yang baru.

Walau bukan senior.

Teman seangkatan semisalnya, why not?

Yang bekerjasama di hari-hari mendatang kan pejabat Kabareskrim dengan Kapolri. Bukan orang orang di luar Polri.

Jadi, silakan.

Monggo Bapak Kapolri, pilihlah Kabareskrim yang terbaik.

Salam Presisi!

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya