Berita

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun/Net

Politik

Imbas Jika UU ITE Tidak Direvisi, Refly Harun: Bisa Memunculkan Subjektivitas Dari Kepolisian, Akhirnya Kuat-kuatan Sponsor

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 21:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana revisi UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) didukung pakar hukum tata negara, Refly Harun.

Sebabnya, dalam kasus-kasus tertentu Refly melihat ada pelaporan terkait UU ITE tidak disampaikan langsung oleh korban kepada kepolisian.

"Memang itu terjadi. Dalam kasus Gus Nur misalnya, itu kan yang melaporkan bukan orang yang dicemarkan. Kasus yang mimpi itu yang melaporkan juga bukan orang terkait, dan lain sebagainya," ujar Refly dalam program Kompas Malam, Rabu (17/2).


Karena itu, dalam hal ini Refly sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta DPR untuk merevisi UU ITE dan meminta Polri selektif menindaklanjuti pelaporan masyarakat terkait UU ITE.

"Dan ketiga, setuju kalau yang dihina itu melapor sendiri, jangan pinjam tangan orang lain," imbuhnya.

Lebih lanjut, Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi ini menjelaskan imbas yang akan terjadi jika UU ITE ini tidak direvisi oleh DPR.

Salah satunya adalah yang terkait Pasal 27 UU ITE. Di mana, pelaporan dugaan pelanggaran yang tidak wajib disampaikan oleh korban akan membuat penanganan perkara oleh pihak kepolisian tidak bersifat adil.

"Justru itu (Pasal 27 UU ITE) yang memunculkan subjektivitas dari pihak kepolisian. Pelaporan si 'a' yang sama-sama bukan dari pihak berkaitan diteruskan. Tapi laporan 'b' tidak," tuturnya.

"Jadi tergantung kuat-kuatan sponsornya," demikian Refly Harun.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya