Berita

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi/Net

Politik

Soal Pernyataan Wamenkumham, PPP: Pemerintah Itu Pelayan Publik Bukan Pengamat!

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 16:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Sharief Hiarej, saat menyampaikan opininya dalam sebuah webinar dianggap offside alias tidak pada tempatnya. Saat itu Wamenkumham mengatakan dua mantan menteri Jokowi bisa dihukum mati lantaran melakukan korupsi di tengah pandemi.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi, baik pemerintah maupun publik tidak boleh mendahului atau mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan terhadap Juliari Batubara dan Edhy Prabowo.

“Ya kita kan tidak (boleh) mendahului proses hukum. Itu kan penuntutan ada di JPU KPK, silakan saja sesuai dengan ketentuan bukum yang berlaku,” ucap Awiek, sapaan karibnya, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/2).


“Dan juga nanti menjadi kekuasaan kehakiman, tidak bisa kita intervensi proses hukum yang ada,” imbuhnya.

Awiek pun mengingatkan Edward Hiarej untuk tidak sembrono memberikan pernyataan yang berujung polemik di tengah masyarakat. Terlebih dirinya merupakan pejabat tinggi negara.

“Sebaiknya para pejabat negara fokus pada tupoksinya masing-masing, tidak perlu beropini. Karena pemerintah itu sifatnya pelayan publik beda dengan pengamat. Kalau pengamat silakan boleh beropini,” tegasnya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini juga meminta seluruh masyarakat khususnya JPU KPK tidak terpengaruh dengan banyaknya opini liar tentang proses hukum kedua koruptor itu.

“Sekali lagi kita tidak boleh mendahului proses hukum yang sedang berjalan, serahkan saja pada mekanisme hukum yang berlaku,” demikian Awiek.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya