Berita

Mantan Komisioner Komnas HAM yang juga Aktivis Nasional Natalius Pigai bertemu dengan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal/Ist

Politik

Bertemu Pimpinan Fraksi PKB, Natalius Pigai Harap Ada Perundingan Dengan Rakyat Papua Sebelum Lanjutkan UU Otsus

RABU, 17 FEBRUARI 2021 | 16:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Mantan Komisioner Komnas HAM yang juga Aktivis Nasional Natalius Pigai bertemu dengan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/2).

Dalam pertemuan yang dihadiri anggota Fraksi PKB Fathan dan Yanuar, Pigai datang untuk mendiskusikan beberapa hal terkiat otonomi khusus Papua.

Dalam pandangan Pigai, UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua telah berlangsung selama 20 tahun. Namun dalam implementasinya belum efektif dan efisien.


Dikatakan dia, berkaitan dengan berakhirnya pemberlakuan UU Otsus Papua, rakyat Papua menolak secara tegas untuk melanjutkan kebijakan otsus Papua tersebut.

Melanjutkan status otonomi khusus Papua dan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Papua serta kebijakan turunan terkait lainnya bukan lagi kebijakan yang perlu untuk dilaksanakan oleh pemerintah dalam waktu-waktu ke depan.

"Kebijakan seperti itu sudah tidak relevan pada era modern di Papua," ujar Pigai dalam keterangannya.

Pigai menyampaikan, pihaknya merekomendasikan kepada Presiden Joko Widodo untuk membekukan pelaksanaan UU otsus Papua pada tahun 2021 ini sebelum melakukan perundingan dengan rakyat Papua.

"Sebelum perundingan itu dilaksanakan, pemerintah dapat mengeluarkan Perppu terkait Papua," tegasnya.

Karena itu, Pigai sangat mengharapkan agar pemerintah dapat mengadakan perundingan dengan masyarakat Papua.

"Perundingan itu bisa dilaksanakan mulai sekarang sampai tahun 2024. Hasil perundingan akan menentukan status Papua selanjutnya," demikian menurut Pigai.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya