Lobster polikultur berbasis air laut hasil riset dan pengembangan Elon Farm/Net
Setelah berhasil melakukan riset dan pengembangan budidaya polikultur ikan, sayuran dan udang galah dengan sistem resirkulasi air tawar yang dikenal dengan freshwater aquagriculture, Elon Farm kembali berhasil melalukan riset dan pengembangan metode sejenis yang berbasis air laut.
Tim riset Elon Farm di bawah komando penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) Doktor Joel, berhasil melakukan riset dan pengembangan pangan dari komoditas hasil laut.
Marine Aquagriculture begitu sang pencipta metode ini menyebutnya. Berlokasi di Buleleng Bali, Elon Farm sekitar 4 bulan terakhir terus memantapkan sistem Marine Aquagriculture ini.
"Di sini kami berhasil membuat terobosan polikultur berbasis air laut, komoditas utama adalah ikan kerapu, lobster dan anggur laut," ucap Doktor Joel dalam keterangannya, Rabu (17/2).
Metode Aquagriculture ini lanjutnya adalah sebuah paradigma baru dalam menciptakan ekosistem yang nyaman untuk polikultur. Ekosistem buatan ini memiliki banyak keunggulan dibanding ekosistem alami.
"Mereduksi faktor penghambat dan memaksimalkan faktor penunjang, sehingga spesies yang dibudidayakan lebih merasa nyaman dan tentram," lanjut Joel.
"Dengan demikian semua spesies yang dibudidayakan dalam serial metode yang kami beri nama Aquagriculture TRG-01 (freshwater), Aquagriculture TRG-02 (sea water) dan Aquagriculture TRG-03 (brackish water) ini hidup berdampingan dan saling memacu pertumbuhan," katanya lagi.
Selain itu, kata Doktor Joel, kelebihan dari ketiga serial metode aquagriculture ini adalah minimum cost tapi high produktivitas. Sistem ini terlihat modern tapi semua bahan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah didapatkan.
"Sistem ini tidak memerlukan peralatan canggih dengan segala jenis sensor," ucap Joel menambahkan.
Terakhir dijelaskannya, kunci keberhasilan dari sistem ini adalah ketekunan serta harus memiliki rasa untuk menjaga kestabilan ekosistem.
Dan saat ini, pihaknya sedang melakukan riset dengan motede yang sama, tapi berbasis air payau, sekitar dua bulan lagi akan terlihat hasilnya.
"Komoditasnya yaitu ikan baramundi, udang vaname, kepiting bakau dan anggur laut," tutup Doktor Joel.