Berita

Bisnis

Transaksi bjb DigiCash Di Seluruh Gerai Berlogo QRIS

SABTU, 13 FEBRUARI 2021 | 14:15 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Perkembangan pesat teknologi digital seperti sekarang ini tak terhindarkan, termasuk di dalam  dunia bisnis yang ditandai dengan menjamurnya bisnis ecommerce di Indonesia, sehingga semakin banyak transaksi yang dilakukan secara non tunai.

Metode pembayaran seperti kartu debit, kartu kredit, electronic money, pembayaran online maupun kredit online akhirnya menjadi pilihan. Teranyar adalah sistem pembayaran yang menggunakan sebuah barcode atau QR (Quick Response) Code yang akan discan setiap akan melakukan transaksi pembayaran.

Tapi pernahkah Anda datang ke sebuah gerai yang menyediakan QR Code pembayaran uang elektronik, namun tidak melayani semua jenis uang elektronik? Jika pernah, tentu Anda akan merasa jengkel dan bingung, bukan? Alih-alih lebih praktis dan mudah, menggunakan uang elektronik malah terkesan lebih ribet.


Sekarang tak perlu khawatir. Saat ini pembayaran berbagai jenis uang elektronik sebetulnya dapat dilakukan di semua gerai yang melayani pembayaran uang elektronik via scan QR Code. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) selaku pemegang otoritas QR Code uang elektronik di mana BI menghendaki agar QR Code yang ada di semua gerai dapat digunakan untuk semua jenis pembayaran uang elektronik yang berizin resmi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

QRIS adalah satu-satunya QR yang berlaku di Indonesia dan dikembangkan oleh BI serta Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas serta mengakomodasi kebutuhan transaksi keuangan secara nasional. bjb DigiCash, salah satu uang elektronik serba guna keluaran bank bjb juga dapat digunakan untuk bertransaksi di gerai-gerai berlogo QRIS tersebut.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan kemudahan dalam bertransaksi secara nontunai adalah salah satu kelebihan yang ditawarkan penyedia layanan uang digital. bank bjb melalui uang elektronik bjb DigiCash turut menawarkan garansi kemudahan serupa, tak terkecuali dalam bentuk akses pembayaran yang luas di mana bjb DigiCash dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan belanja.

"Kehadiran bjb DigiCash sebagai alat bayar elektronik ini merupakan inovasi yang dipersembahkan bank bjb kepada masyarakat Indonesia. Kami menggaransi berbagai kemudahan penggunaan bjb DigiCash sebagai alat transaksi, termasuk dalam hal aksesibilitas di mana bjb DigiCash dapat digunakan di berbagai merchant yang memiliki alat bayar berlogo QRIS," kata Widi, dalam keterangannya kepada redaksi, Sabtu (13/2).

Cara penggunaan bjb DigiCash di gerai berlogo QRIS ini sangat mudah. Pengguna tinggal melakukan pemindaian QRIS melalui aplikasi bjb DigiCash atau bjb DIGI. Syaratnya, pastikan terlebih dulu saldo electronic money Anda mencukupi. bjb DigiCash dapat digunakan untuk membayar produk-produk pada merchant yang telah memiliki QRIS tanpa kecuali sehingga pengguna memiliki opsi belanja yang luas dan sangat beragam.

Kelebihan lain dari bjb DigiCash adalah bahwa uang elektronik keluaran bank bjb ini juga dapat digunakan untuk pembayaran tagihan pajak, transfer ke sesama pengguna, dan dikonversi menjadi simpanan di tabungan bank bjb dan transfer uang elektronik antar bank. bjb DigiCash juga dapat digunakan untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan PBB sehingga bjb DigiCash terasa lebih serba guna.

Pada masa pandemi Covid-19, penggunaan uang elektronik juga lebih dianjurkan sebagai alat transaksi pembayaran. Sifat transaksi nontunai menggunakan uang elektronik akan meminimalisir kemungkinan terjadinya transmisi virus melalui sentuhan tangan. bjb DigiCash dapat digunakan sebagai alat transaksi di manapun dan kapanpun yang lebih mudah, aman dan nyaman digunakan untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya