Berita

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Airlangga Hartarto Yakin Akan Lahir Pemimpin Nasional Dari Gemblengan Golkar Institute

JUMAT, 12 FEBRUARI 2021 | 18:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengingatkan para kader yang telah digembleng dalam kursus singkat di Golkar Institute untuk terus mengasah diri. Sehingga, saat dipercaya rakyat, siap memimpin di manapun, di daerah atau di level nasional.

Demikian disampaikan Airlangga saat memberi sambutan di acara Studium Generale, Angkatan Pertama Golkar Institute, di Jakarta, Jumat (12/2).

Menurut Menko Perekonomian itu, para kader Partai Golkar yang menjadi peserta gelombang pertama dalam program Golkar Institute adalah generasi penerus yang kini menjadi pimpinan di daerah.


"Kita semua berharap bahwa dengan tambahan bekal pengetahuan dari program singkat ini, para kader Golkar akan tumbuh menjadi pemimpin yang sukses dalam memajukan daerah masing-masing," katanya.

Airlangga juga yakin, sekian tahun kelak, dari angkatan pertama ini Golkar Institute ini atau dari angkatan-angkatan selanjutnya, akan muncul pemimpin daerah dari Partai Golkar yang gilang gemilang dan tampil ke panggung    nasional untuk memimpin Indonesia.

"Karena itu, para kader Golkar harus terus mengasah diri, belajar dan menimba pengalaman pemerintahan, serta secara sungguh-sungguh meningkatkan kehidupan rakyat di wilayah masing-masing," ujarnya.

Airlangga menambahkan, kader beringin cukup beruntung sebab Partai Golkar telah memiliki akar yang kuat dalam sejarah Indonesia. Golkar lahir sebagai kekuatan pembaruan dengan filosofi yang jelas yaitu doktrin karya dan kekaryaan. Ini sebuah doktrin yang persis sama artinya dengan ungkapan latin "Opus Operis" yang tercantum dalam logo Golkar Institute.

"Dengan doktrin ini, setiap kader beringin harus mengutamakan karya, atau kerja, atau usaha yang konkret untuk memajukan kehidupan rakyat. Buat kita, kerja politik adalah upaya pengabdian tanpa akhir yang harus  dilakukan dengan sepenuh hati," katanya.

Perwujudan doktrin karya dan kekaryaan, menurut Airlangga membutuhkan kombinasi yang produktif antara keahlian teknokratis dan kemampuan berpolitik. Karena itu, setiap kader dan pemimpin Partai Golkar diharapkan memahami dengan baik seluk-beluk kebijakan publik. Sekaligus menguasai metode penerapannya dalam dunia pemerintahan, baik dalam dunia eksekutif maupun legislatif. Serta mengerti cara terbaik untuk merebut dukungan rakyat.

"Itulah kunci sukses Partai Golkar selama ini," ujarnya.

Kata Airlangga lagi, zaman datang silih berganti. Tetapi Golkar sebagai partai tetap eksis. Bahkan lebih dari itu, telah memberi kontribusi yang sangat berarti bagi stabilitas politik. Bagi demokrasi. Serta bagi kemajuan Indonesia.        

"Selain doktrin ini, sejak awal kelahirannya kekuatan beringin senantiasa mengawal fondasi kebangsaan kita yaitu Pancasila, NKRI ,UUD 1945, dan prinsip mulia Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Ditegaskan Airlangga, bagi Partai Golkar,  fondasi kebangsaan    ini adalah    warisan bersama yang tidak boleh lekang oleh waktu. Walau kata dia, dalam dunia politik, memang harus ada ruang yang memadai untuk bernegosiasi.    Fleksibilitas dan tawar-menawar merupakan hal yang niscaya dalam panggung pemerintahan.

"Namun bagi kita, semua itu dilakukan harus dengan garis batas yang jelas. Fondasi kebangsaan bersifat non-negotiable, tidak bisa ditawar, dan harus     kita kawal sampai kapan pun sebagai dasarnya jati diri bangsa Indonesia," ujarnya.

Dengan fondasi yang mengakar, imbuhnya, tugas Golkar ke depan adalah memastikan kesinambungan serta percepatan kemajuan di segala bidang, khususnya bidang-bidang kehidupan yang bersifat strategis. Yang pasti, Golkar berkomitmen untuk terus memantapkan demokrasi Indonesia. Dan itu dibuktikan dalam perjalanan sejarah.

Setelah era Orde Baru, Partai Golkar bertekad untuk menjadi kekuatan reformasi. Mengambil pelajaran berharga dari masa lalu, sambil melangkah ke masa depan.

"Kita menjadi kekuatan yang mengambil jalan moderasi, mewujudkan cita-cita partai terbuka yang bersifat dinamis," ucap Airlangga.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya