Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Tembus Pasar Korea, Ketua DPD RI Berharap Rumput Laut Samarinda Dikembangkan

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Budi daya rumput laut yang dikembangkan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sukses menembus pasar internasional seperti Korea.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap momentum ini bisa dimanfaatkan. Dia pun meminta komoditi tersebut dikembangkan dan produktivitasnya digejot.

Menurut LaNyalla, keberhasilan Kalimantan Timur mengekspor rumput laut di masa pandemi Covid-19 jelas sangat membantu.


"Hal ini membuktikan pasar untuk komoditi kita masih terbuka sangat lebar, khususnya rumput laut. Momentum ini harus dijaga, bahkan kita harus bisa memperluas pasar. Apalagi ekspor ini bisa turut menjaga perekonomian agar tetap stabil," katanya, Kamis (11/2).

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu pun memuji kualitas rumput laut asal Samarinda yang menembus pasar Korea.

"Kualitas rumput laut asal Samarinda sangat teruji. Keberhasilan memenuhi kebutuhan pasar Korea menjadi buktinya. Potensi usaha dari komoditi ini sangat baik. Pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih pada komoditi rumput laut," harap LaNyalla.

Menurutnya, ekspor rumput laut ini dipasok dari daerah Bontang. Selain memenuhi permintaan pasar luar negeri, pemasaran rumput laut juga diterima di pasar nasional.

"Potensinya sangat luar biasa dan masih bisa dikembangkan lebih lanjut. Potensi ini harus bisa dikembangkan secara optimal oleh pemerintah daerah. Dan harus ada langkah konkret agar komoditi rumput laut bisa menjadi bagian dalam usaha pemulihan ekonomi," tukasnya.

Tidak itu saja, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga berharap pemda dapat melakukan pengembangan komoditi ini.

"Caranya dengan memproduksi produk olahan rumput laut agar petani rumput laut bisa mendapatkan value added dari penjualan rumput laut," ujar LaNyalla.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya