Berita

Syahganda Nainggolan/Net

Politik

Jika Kritik Selaras Dengan Kemauan Jokowi, Syahganda Nainggolan Harus Divonis Bebas

KAMIS, 11 FEBRUARI 2021 | 02:27 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tim kuasa hukum aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyebut adanya kejanggalan dalam penangkapan Syahganda Nainggolan oleh pihak kepolisian.

Kejanggalan yang dimaksud adalah perbedaan waktu saat kejadian dengan yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP) di Kepolisian. Abdullah juga mempersoalkan terkait dua alat bukti untuk menangkap Syahganda.

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad sejak awal sudah mensinyalir kasus yang menjerat Syahganda ada keganjilan. Sebab proses hukum ditangani dengan cepat.


Kata Suparji, di sisi lain ada banyak kasus yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.

"Adanya fakta tersebut menimbulkan skeptisme bahwa proses hukum telah sesuai dengan prosedur yang berlaku," demikian kata Suparji Ahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/2).

Secara khusus, Suparji memberikan catatan penting bahwa jaksa dan hakim mempunyai tantangan untuk memperdebatkan substansi yang disampaikan Syahganda masuk dalam kategori kritik atau tindak pidana.

"Jika memang itu kritik yang selaras dengan pernyataan presiden, maka JPU dapat menuntut bebas dan hakim memutus bebas juga," demikian kata Suparji Ahmad.

Dalam peluncuran laporan tahunan Ombudsman RI, Presiden Joko Widodo menginginkan masyarakatlebih aktif menyampaikan kritik dan masukan pada pemerintah.

Saah satu tujuannya, Jokowi ingin peningkatan pelayanan publik terus mengalami perbaikan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya