Presiden Recep Tayyip Erdogan/Net
Sebanyak 50 senator menandatangani surat bipartisan yang mendesak agar Amerika Serikat (AS) memberi peringatan keras terhadap Turki yang sejauh ini telah melakukan banyak pelanggaran HAM.
Para senator mencatat, sebagai sekutu dan mmitra penting di wilayah utama dunia, AS memiliki peluang untuk memengaruhi catatan hak asasi manusia Turki yang bermasalah.
Para senator menulis, AS harus menekan para sekutu dan mitra dengan standar yang lebih tinggi dan berbicara terus terang dengan mereka tentang masalah hak asasi manusia karena itu adalah kemunduran demokrasi.
"Kami mendesak Presiden Biden untuk menekankan kepada Presiden Erdogan dan pemerintahannya bahwa mereka harus segera mengakhiri tindakan keras mereka terhadap perbedaan pendapat di dalam dan luar negeri, membebaskan tahanan politik dan tahanan hati nurani, dan membalikkan arah otoriter mereka," isi surat yang ditulis para senator dan diunggah di laman senate.gov, Rabu (10/2).
Turki telah terkait dengan sejumlah tindakan keras yang semakin otoriter terhadap perbedaan pendapat baik dalam negeri maupun luar negeri.
Para senator menilai, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyingkirkan oposisi, membungkam atau mengkooptasi media yang kritis, menumpas para hakim yang independen dan menggantinya dengan loyalis partai, serta memenjarakan sejumlah jurnalis.
Kebijakan luar negeri Presiden Erdogan juga semakin agresif dari waktu ke waktu.
"Dalam beberapa tahun terakhir, dia dengan berani menyerang Kurdi yang didukung AS yang memerangi ISIS di Suriah, dia membeli sistem pertahanan udara Rusia meskipun ada peringatan bahwa mereka tidak kompatibel dengan teknologi AS, dan dia mendorong Azerbaijan untuk menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa wilayah dengan Armenia," papar para senator dalam surat itu.
Disebutkan juga bahwa Presiden Erdogan telah berusaha untuk menekan AS dan negara-negara lain agar mengekstradisi warga Turki yang dia salahkan atas kudeta yang gagal pada 2016.
"Pemerintah Erdogan telah berusaha untuk membungkam kritik di Amerika Serikat seperti Enes Kanter, pemain NBA, dan menempatkan
red notice Interpol padanya," lanjut surat itu.
Pelopor penandatangan surat itu adalah Senator Wyden dan Rubio, anggota parlemen teratas di Komite Intelijen Senat AS, dan ditandatangani oleh antara lain, Senator Charles Schumer (D-NY), John Thune (R-SD), Richard Durbin (D-IL), Roger Wicker (R-MS), Patrick Leahy (D -VT), Thom Tillis (R-NC), Chuck Grassley (R-IA), Sherrod Brown (D-OH), John Cornyn (R-TX), dan Tammy Baldwin (D-WI).
Selain itu juga ada senator Joni Ernst (R-IA), Patty Murray (D-WA) , James Lankford (R-OK), Brian Schatz (D-HI), Kevin Cramer (R-ND), Richard Blumenthal (D-CT), Cindy Hyde-Smith (R-MS), Maggie Hassan (D-NH) , Mike Rounds (R-SD), Cory Booker (D-NJ), Susan Collins (R-ME), dan puluhan senator lainnya.