Anthony Sowell, terpidana mati dalam kasus pemerkosaan disertai pembunuhan keji terhadap 11 wanita di Amerika Serikat dilaporkan tewas di dalam penjara. Keterangan awal mengatakan dia meninggal karena penyakit yang dideritanya.
Juru bicara Departemen Rehabilitasi dan Koreksi Ohio, JoEllen Smith mengatakan, pihaknya telah mengurus jenazah Sowell di pusat kesehatan setempat, sesaat setelah dia meninggal pada Senin (8/2) waktu setempat.
"Sowell (61) telah menerima perawatan akhir hayat di Franklin Medical Center untuk penyakit terminal ketika dia meninggal Senin," ujarnya , seperti dikutip dari AP, Rabu (10/2).
Kematian itu tidak terkait dengan Covid-19, katanya.
Bernama lengkap Anthony Edward Sowell alias Cleveland Strangler, dijatuhi hukuman mati setelah terbukti memperkosa dan membunuh 11 wanita Afrika-Amerika di Cuyahoga County, Ohio dari 2007 hingga 2009. Dia menyembunyikan jenazah korbannya di dalam dan di sekitar rumahnya.
Terungkapnya kasus Sowell bermula saat polisi Cleveland tengah menyelidiki kasus pemerkosaan pada Oktober 2009. Ketika aparat menggeledah rumah Sowell, mereka awalnya menemukan dua mayat, sebelum akhirnya menemukan seluruh sisa-sisa mayat wanita yang berjumlah 11 orang.
"Sebagian besar korban telah berjuang melawan kecanduan dan meninggal karena dicekik," kata penuntut.
Beberapa telah dipenggal, dan tubuh lainnya membusuk sedemikian rupa sehingga petugas koroner tidak dapat memastikan bagaimana mereka mati.
Dalam wawancara dengan polisi, Sowell mengatakan dia menargetkan wanita yang mengingatkannya pada mantan pacarnya, yang telah kecanduan kokain dan meninggalkannya tak lama sebelum pembunuhan dimulai.
Kasus ini merupakan momen perhitungan bagi Cleveland. Kerabat dari wanita yang terbunuh, yang berkulit hitam, dan banyak penduduk kulit hitam mengatakan polisi tidak menganggap serius hilangnya para korban karena ras dan latar belakang mereka yang bermasalah, dan mengeluh tentang bagaimana petugas menangani laporan orang hilang.
Polisi sendiri mengatakan beberapa korban tidak pernah dilaporkan hilang.