Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Terpidana Mati Kasus Pemerkosaan Dan Pembunuhan Keji 11 Wanita Kulit Hitam AS Tewas Di Dalam Sel

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anthony Sowell, terpidana mati dalam kasus pemerkosaan disertai pembunuhan keji terhadap 11 wanita di Amerika Serikat dilaporkan tewas di dalam penjara. Keterangan awal mengatakan dia meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Juru bicara Departemen Rehabilitasi dan Koreksi Ohio, JoEllen Smith mengatakan, pihaknya telah mengurus jenazah Sowell di pusat kesehatan setempat, sesaat setelah dia meninggal pada Senin (8/2) waktu setempat.

"Sowell (61) telah menerima perawatan akhir hayat di Franklin Medical Center untuk penyakit terminal ketika dia meninggal Senin," ujarnya , seperti dikutip dari AP, Rabu (10/2).


Kematian itu tidak terkait dengan Covid-19, katanya.

Bernama lengkap Anthony Edward Sowell alias Cleveland Strangler, dijatuhi hukuman mati setelah terbukti memperkosa dan membunuh 11 wanita Afrika-Amerika di Cuyahoga County, Ohio dari 2007 hingga 2009. Dia menyembunyikan jenazah korbannya di dalam dan di sekitar rumahnya.

Terungkapnya kasus Sowell bermula saat polisi Cleveland tengah menyelidiki kasus pemerkosaan pada Oktober 2009. Ketika aparat menggeledah rumah Sowell, mereka awalnya menemukan dua mayat, sebelum akhirnya menemukan seluruh sisa-sisa mayat wanita yang berjumlah 11 orang.

"Sebagian besar korban telah berjuang melawan kecanduan dan meninggal karena dicekik," kata penuntut.  

Beberapa telah dipenggal, dan tubuh lainnya membusuk sedemikian rupa sehingga petugas koroner tidak dapat memastikan bagaimana mereka mati.

Dalam wawancara dengan polisi, Sowell mengatakan dia menargetkan wanita yang mengingatkannya pada mantan pacarnya, yang telah kecanduan kokain dan meninggalkannya tak lama sebelum pembunuhan dimulai.

Kasus ini merupakan momen perhitungan bagi Cleveland. Kerabat dari wanita yang terbunuh, yang berkulit hitam, dan banyak penduduk kulit hitam mengatakan polisi tidak menganggap serius hilangnya para korban karena ras dan latar belakang mereka yang bermasalah, dan mengeluh tentang bagaimana petugas menangani laporan orang hilang.

Polisi sendiri mengatakan beberapa korban tidak pernah dilaporkan hilang.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya