Berita

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price/Net

Dunia

Amerika Mengutuk Kekerasan Aparat Myanmar Terhadap Massa Aksi Demo Anti Kudeta

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat mengecam tindakan keras aparat Myanmar kepada peserta aksi unjuk rasa anti-kudeta militer pada Selasa (9/2) waltu setempat.

Melalui pernyataan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, pemerintah mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.

"Kami mengulangi seruan kami kepada militer untuk melepaskan kekuasaan, memulihkan pemerintahan yang dipilih secara demokratis, membebaskan mereka yang ditahan dan mencabut semua pembatasan telekomunikasi dan menahan diri dari kekerasan," kata Price, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/2).


Pernyataan tersebut menyusul bentrokan antara petugas polisi dan pengunjuk rasa yang berujung pada penembakan beberapa peserta aksi.

Bentrokan itu menyebabkan pertumpahan darah pertama sejak militer mengambil alih dan menahan Aung San Suu Kyi bersama sejumlah politisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

"Seorang wanita tidak mungkin selamat dari luka tembak di kepala," kata seorang dokter.

Pernyataan jubir AS pada Selasa, mengulangi apa yang dia katakan pekan lalu, bahwa Myanmar adalah prioritas bagi Washington dan sedang meninjau bantuan AS yang diberikan kepada negara Asia Tenggara itu.

Sejak kudeta yang dipimpin Jenderal senior Min Aung Hlaing pecah pada 1 Februari lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden telah bekerja untuk membatasi beberapa bantuan ke Myanmar dan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara berpendusuk 55 juta itu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya