Berita

Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi/Net

Dunia

Teheran Bisa Membuat Negara Barat Bagai Kucing Yang Terpojok Bila Terus Menekan Soal Nuklir

RABU, 10 FEBRUARI 2021 | 05:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran mengatakan bahwa pemerintahannya sanggup membuat Barat bagai 'kucing yang terpojok'. Tekanan yang dilancarkan Barat secara terus menerus terkait program nuklirnya -sementara sanksi AS terhadap Teheran belum juga dicabut- akan mendorong Iran jauh lebih garang untuk melawan.

Iran, dalam pernyataannya mengatakan, mereka tidak berniat untuk mengembangkan nuklirnya. Sesuai apa yang diamanatkan oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang melarang pengembangan atau penggunaan senjata nuklir.

"Pemimpin Tertinggi telah secara eksplisit mengatakan dalam fatwanya bahwa senjata nuklir bertentangan dengan hukum syariah dan Republik Islam melihat mereka sebagai dilarang secara agama dan tidak mengejarnya," kata Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi, kepada TV pemerintah, seperti dikutip dari Jerusalem Post.


Seandainya pun ada pengembangan nuklir, tentunya itu untuk  tujuan damai lainnya. Namun, semakin Iran menolak tuduhan Barat, semakin gencar negara-negara itu menekan Iran.

Alavi mengatakan, Iran telah diduga memiliki kepentingan dalam senjata nuklir, yang selama ini dikejar-kejar oleh Barat. Badan intelijen AS dan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meyakini bahwa Iran pernah memiliki program senjata nuklir yang dihentikan.

Amerika Serikat dan kekuatan Barat lainnya yang awalnya menandatangani kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran berada pada jalan buntu mengenai pihak mana yang harus kembali ke kesepakatan terlebih dahulu. Jalan buntu itu yang menjadkan sanksi AS terhadap Iran semakin berlarut dan tidak segera dihapus.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya