Berita

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki/Net

Dunia

Iran Siap Uji Vaksin Buatan Dalam Negeri Jelang Kampanye Vaksinasi Sputnik V

SELASA, 09 FEBRUARI 2021 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran telah meluncurkan proyek vaksin virus corona kedua buatan dalam mereka sendiri pada Senin (8/2) waktu setempat.

Anggota komite vaksin nasional Iran, Massoud Soleimani mengatakan bahwa pihaknya akan mulai melakukan tes vaksin buatannya pada manusia selambatnya pada pekan depan.

“Kami akan memulai tes manusia dalam beberapa hari mendatang, atau paling lambat dalam seminggu,” ujarnya kepada wartawan, di Karaj dekat Teheran, seperti dikutip dari AFP, Senin (8/2).


“Vaksin yang dijuluki Razi Cov Pars tersebut, dikembangkan di Razi Vaccine and Serum Research Institute, yang terkait dengan kementerian pertanian,” kata Soleimani.

“Pada awal uji klinis Fase 1, 13 relawan berusia antara 18 dan 55 akan menerima suntikan,” tambahnya.

Hal itu diungkapkan Soleimani jelang peluncuran kampanye untuk memvaksinasi lebih dari 80 juta penduduk Iran yang akan digelar pada Selasa (9/2), dengan menggunakan suntikan vaksin Sputnik V Rusia.

Dosis pertama vaksin Rusia tiba pada Kamis pekan lalu di Teheran, dengan dua pengiriman lainnya diharapkan pada 18 dan 28 Februari, menurut otoritas Iran.

“Republik Islam telah membeli dua juta dosis Sputnik V,” kata  juru bicara kementerian kesehatan Kianoush Jahanpour.

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki, pekan lalu mengatakan, selain Sputnik V, mereka juga akan menerima 4,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, yang dibeli melalui mekanisme program vaksin internasional Covax.

Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini Iran telah mencatatkan kematian lebih dari 58.500 orang dengan jumlah infeksi sebanyak 1,4 juta orang.

Republik Islam itu memulai uji klinis vaksin pertama yang dikembangkan secara lokal pada akhir Desember lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya