Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Inggris Selidiki Ratusan Akademisi Atas Dugaan Bantu China Bangun Senjata Pemusnah Massal

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 15:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Inggris saat ini tengah melakukan penyelidikan kepada sekitar 200 akademisi dari sekitar 12 universitas yang ada di negara itu. Hal tersebut terkait dugaan yang mengatakan, bahwa mereka tanpa disadari telah membantu pemerintah China untuk membangun senjata pemusnah massal.

Laporan yang dimuat Times pada Minggu (7/2) tersebut mengatakan, ratusan sarjana tersebut dicurigai secara tidak sadar melanggar undang-undang ekspor, yang dirancang untuk mencegah kekayaan intelektual dalam mata pelajaran yang sangat sensitif diserahkan ke negara yang bermusuhan.

Pemerintah saat ini sedang bersiap untuk mengirim pemberitahuan penegakan hukum kepada akademisi yang diduga mentransfer penelitian dalam teknologi militer canggih seperti pesawat terbang, desain rudal, dan senjata siber ke China.


Jika terbukti melanggar, individu tersebut akan menghadapi hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Badan keamanan khawatir bahwa penelitian itu dapat membantu Beijing mengembangkan senjata pemusnah massal dan digunakan dalam penindasan terhadap para pembangkang politik dan minoritas termasuk Uighur.

“Kami bisa melihat lusinan akademisi di pengadilan tidak lama lagi,” kata seorang sumber kepada Times, seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (8/2).

"Bahkan jika 10 persen mengarah pada penuntutan yang berhasil, kami akan melihat sekitar 20 akademisi dipenjara karena membantu China membangun senjata super,” lanjut sumber itu.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris menekankan pada makalah: "Eksportir barang militer dan mereka yang terlibat dalam transfer teknologi militer yang ditentukan dalam Perintah Kontrol Ekspor 2008 memerlukan izin untuk mengekspor atau mentransfer dari Inggris."

Penelitian dari Civitas, sebuah lembaga pemikir masyarakat sipil yang berbasis di London, sementara itu, menuduh bahwa 20 universitas Inggris telah berurusan dengan 29 universitas China dan sembilan perusahaan dengan hubungan militer, termasuk dengan konglomerat senjata China, kata Times.

Pada 2019, militer China memamerkan DF-17, rudal nuklir balistik hipersonik baru, pada parade militer besar-besaran pada peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China. Senjata tersebut diyakini mampu menembus semua perisai anti-rudal yang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Pekan lalu, Universitas Manchester mengakhiri proyek penelitian dengan China Electronics Technology Group (CETC) setelah komite parlemen Inggris menyampaikan kekhawatiran bahwa teknologi milik perusahaan milik negara itu digunakan untuk melawan orang Uighur.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya