Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu Harus Hadiri Sidang Tuduhan Korupsi, Proses Pemilu Dikhawatirkan Terganggu

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 11:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sidang dugaan korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya digelar pada Senin (8/2) pukul 9 pagi waktu setempat. Sidang sempat mengalami penundaan berkali-kali karena adanya pandemi Covid-19.

Sidang berlangsung di Pengadilan Distrik Yerusalem, dengan perdana menteri dan terdakwa lainnya diharuskan untuk hadir, seperti dilaporkan Time of Israel, Minggu (7/2).

Netanyahu sejak sebelumnya telah mengamanatkan para pendukungnya untuk tetap berdiam di rumah untuk menghindari pelanggaran aturan kesehatan. Sidang digekar tertutup dan rekaman CCTV akan disiarkan kepada jurnalis di ruangan yang berdekatan. Hasil sidang akan disebarkan dalam bentuk rilis.
Ini untuk kedua kalinya Netanyahu menghadiri persidangannya secara langsung di mana sidang ini akan fokus pada pembelaan Netanyahu atas dakwaan pidana terhadapnya serta bukti-bukti yang mendukung.

Ini untuk kedua kalinya Netanyahu menghadiri persidangannya secara langsung di mana sidang ini akan fokus pada pembelaan Netanyahu atas dakwaan pidana terhadapnya serta bukti-bukti yang mendukung.

Namun begitu, karena persidangan diperkirakan akan memakan waktu yang pajang sementara jadwal Pemilu Israel sudah di depan mata, majelis sedang mempertimbangkan apakah sidang ketiga nanti akan dimundurkan, dan apakah Netahanyu harus secara fisik menghadiri tiga sidang panjang berikutnya sementara ia masih harus mengelola negara.

Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus sekaligus. Salah satunya, dugaan 'Kasus 4000' yang membuat Netanyahu menggunakan kekuatannya untuk meloloskan peraturan bagi bisnis telekomunikasi milik Shaul Elovitch. Sebagai imbalannya, Netanyahu mendapat pencitraan positif di situs berita Bezeq.

Para hakim akan mendengarkan tanggapan Netanyahu dan permintaan penundaan sampai setelah pemungutan suara bulan Maret.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya