Berita

Menteri Kesehatan Zweli Mkhize/Net

Dunia

Kurang Efektif Terhadap Varian Baru, Afrika Selatan Tunda Vaksinasi AstraZeneca

SENIN, 08 FEBRUARI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas kesehatan Afrika Selatan memutuskan untuk menangguhkan sementara peluncuran vaksinasi Covid-19 dengan suntikan AstraZeneca. Keputusan tersebut diambil setelah sebuah penelitian menunjukkan vaksin tersebut gagal mencegah kasus ringan dan sedang dari varian virus yang kini muncul di negara tersebut.

Semula, akan memulai kampanyenya dalam beberapa hari mendatang, dengan satu juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford.

Penangguhan tersebut menandai kemunduran penting bagi negara negara yang paling terpukul di benua Afrika itu.


Namun demikian, para pejabat mengatakan pengiriman vaksin dari produsen lain akan segera tersedia dan memungkinkan kampanye vaksinasi akan segera terlaksana.

"Ini masalah sementara yang harus kami pertahankan di AstraZeneca sampai kami menemukan masalah ini," kata Menteri Kesehatan Zweli Mkhize kepada wartawan selama konferensi pers virtual, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/2).

"1,5 juta vaksin AstraZeneca yang saat ini telah diperoleh Afrika Selatan, yang akan habis masa berlakunya pada bulan April, akan disimpan sampai para ilmuwan memberikan indikasi yang jelas tentang penggunaannya," katanya.

Dalam pernyataannya, Menkes Mkhize mengatakan mereka akan menerima kiriman vaksin dari produsen lain, yaitu Johnson & Johnson dan Pfizer/BioNTech.

"Dalam empat minggu ke depan, kami akan memiliki J&J dan Pfizer," ujarnya.

Selain itu, Afrika Selatan juga tengah melakukan diskusi dengan produsen vaksin lain, terutama Moderna dan pembuat jab Sputnik V Rusia.

Afrika Selatan berencana untuk memvaksinasi setidaknya 67 persen populasinya pada akhir tahun ini, atau sekitar 40 juta orang.

Negara ini telah mencatat hampir 1,5 juta infeksi dan lebih dari 46.000 kematian akibat virus tersebut.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya